Lamsel Raih Predikat II lomba Kesrak PKK-KB Kesehatan Provinsi Lampung

449

PENENGAHAN – Desa Pisang, Kecamatan Penengahan yang menjadi wakil Kabupaten Lampung Selatan, berhasil menyabet 2 gelar dari 4 kategori di ajang Kesrak PKK-KB Kesehatan Provinsi Lampung. Hasil ini diketahui dari lampiran Keputusan Gubernur Lampung nomor G/91/V.II/HK/2018 yang di keluarkan 23 Januari 2018.

Lampiran berisi pengumuman desa yang meraih predikat juara dalam ajang itu. Dari 4 kategori yaitu Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan, Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS ), dan Lingkungan Bersih dan Sehat, Desa Pisang meraih peringkat dua terbaik di dua lomba.

Kategori pertama adalah Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga-Keluarga Berencana-Kesehatan (Kesrak PKK-KB Kesehatan dengan raihan nilai 3.326. Kategori kedua yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan raihan nilai 5.590.

BACA :  Korban Konflik Agraria Jalan Kaki ke Istana

“Ya, dari 4 kategori itu, Lampung Selatan meraih di 2 kategori. Istilah di SK itu menyatakan Desa Pisang sebagai yang terbaik ke-2 di dua lomba,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Lamsel Rohadian saat di konfirmasi Radar Lamsel.

Menurut Rohadian, raihan juara di dua kategori itu merupakan prestasi yang patut di banggakan. Sebab, lawan yang di hadapi merupakan desa-desa terbaik yang ada di masing-masing kabupaten. “Tapi kita sangat bersyukur dengan meraih juara 2, dengan melalui momentum lomba itu Desa Pisang sudah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan, misalnya tentang kebersihan dan keindahan lingkungannya yang saat ini sudah terlihat sangat baik, setiap rumah telah memiliki jamban sehat,” jelasnya.

BACA :  Sengketa Pasar Bumirestu, BPN Kedap Informasi

Rohadian melanjutkan, hakekat lomba Kesrak PKK-KB Kesehatan itu merupakan salah satu cara atau upaya untuk memperbaiki desa-desa di Lampung Selatan agar bisa berubah kearah yang lebih baik. Rohadian pun meminta masyarakat untuk ikut andil dan berperan mengubah desanya, dan memiliki niat untuk meningkatkan perilaku hidup.

“Supaya lingkungan tetap bersih dan sehat, masyarakatnya harus guyub untuk bergotong-royong yang didorong kreatif dan inovatif. Sehingga hal itu bisa membangkitkan semangat dan motivasi kita untuk menghadapi ajang yang sama di tahun ini,” karapnya. (rnd)