Lansia Keluhkan Proses Pencairan BPNT

274
Kemas Yogi - Sejumlah Lansia dan pendamping lansia saat mengantri mengurus BPNT di Natar, kemarin.

NATAR – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk para lanjut usia (Lansia) dikeluhkan para penerimanya. Pasalnya, bantuan berupa Beras 5 Kg dan Telur 2 Kg tersebut belum bisa diambil dan menyulitkan para Lansia.

Pantauan Radar Lamsel di lokasi pendataan BPNT, Kamis (10/1) kemarin, tepatnya disamping BRI Unit Natar banyak para Lansia yang mengeluh dan tidak berminat mengambil bantuan itu.

BACA :  Wisata Kebun Jeruk, Bisa Makan Sepuasnya

Somiah (70), salah satu Lansia mengaku menyesal ikut mengantre sebagai penerima bantuan. Sebab dirinya sudah tua dan tidak sanggup jika harus mengantre lama. “Ngantrinya lama, saya sudah tidak sanggup untuk ngantri. Apalagi bantunnya juga belum ada,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Selatan Imam Subki meminta agar Unit Pendamping Program Keluarga Harapan (UPPKH) Kecamatan Natar mencari cara lain agar para Lansia tidak dipaksa mengantri. “Kalau bisa dibuat per dusun saja, atau yang lebih bagus lagi bantuannya langsung diberikan kepada penerima dirumahnya masing-masing,” tuturnya.

BACA :  Anggapan Alamsyah Jadi Pimpinan Natar ‘Menakutkan’

Disisi lain, UPPKH Natar Singgih mengatakan, akan mengevaluasi terkait proses penyaluran bantuan kepada lansia. “Memang kita mengikuti arahan Kabupaten, tetapi nanti kita evaluasi apakah bisa dibagikan saja ke rumah-rumah Lansia,” pungkasnya. (CW1)

BAGIKAN