Laut Pasang, 600 Ha Padi Dihantui Kekeringan

9
David Zulkarnain – Salah satu hamaparan tanaman padi di Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi yang terancam kekeringan akibat pasang air laut selama satu pekan terahir, Senin (12/8).

SRAGI – Pasang air laut yang terjadi selama beberapa hari tarahir menyebabkan terhentinya aktivitas penyiraman yang dilakukan petani. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi dibeberapa desa diwilayah Sragi terancam kekeringan.

          Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi mencatat pasang air laut yang terjadi telah memasuki saluran irigasi di tiga desa yaitu, Desa Bandaragung, Kuala Sekampung dan Sukapura.

          Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra Menerangkan, pasang surut air laut yang terjadi sejak satu pekan terahir mulai berdampak pada aktivitas penyiraman tanaman padi yang dilakukan selama musim kemarau.

          Pasalnya pasang air laut telah menyebabkan perubahan air di saluran irigasi berubah menjadi asin, sehingga tidak bisa digunakan untuk menyiram tanaman padi.

BACA :  Peringati Hari Pramuka, Sragi Gelar Perlombaan

          “Sudah dua hari ini penyiraman dari saluran irigasi sudah dihentikan petani. Pasalnya air pasang telah menyebabkan air disaluran irigasi berubah asin sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk menyiram tanaman padi,” kata Eka kepada Radar Lamsel, Senin (12/8).

          Eka menjelaskan, terhentinya aktivitas penyiraman ini menyebabkan 600 hektar tanaman padi di Desa Bandaragung, Kuala Sekampung, dan Desa Sukapura terancam kekeringan. Hal ini juga disebabkan petani setempat hanya mengandalkan saluran irigasi untuk menyiram tanaman padi.

          “Sekitar 600 hektar tanaman padi terancam kekeringan, karena petani di daerah tersebut tidak memiliki sumber air alternatif, seperti sumur bor untuk melakukan penyrimana,” paparnya.

          Lebih lanjut, Eka menerangkan jika pasang air laut masih terjadi selam 10 hari kedepan, 600 hektar tanaman padi diprediksi bakal mengalami kekeringan.

BACA :  Konsumsi Sabu di Gubuk Tambak, Dua Warga Bandaragung Diciduk

          “Saat ini kebutuhan air memang sudah kurang. Jika pasang air laut masih terjadi selams 10 hari kedepan, dipastikan 600 hektar tanaman padi mengalami kekeringan,” tuturnya.

          Sementara itu, Mono (48) Salah satu petani Desa Kuala Sekampung mengungkapkan,  hingga saat ini sebagian besar petani sudah menghentikan aktivitas penyiraman tanaman padi. Selain disaluran irigasi, pasang air laut ini juga menyebabkan air di Sungai Way Sekampung juga telah berubah asin.

          “Sebagian petani sudah enggak bisa menyedot air dari saluran irigasi lagi, Mas. Pasalnya airnya sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah asin,”pungkasnya. (vid)

 

BAGIKAN