Libur Lebaran, Okupansi Hotel Masih Anjlok

112
Foto Ilustrasi

RAJABASA – Wilayah Kecamatan Rajabasa yang notabenenya menjadi kawasan wisata ternyata tak mampu memberi dampak positif terhadap manajemen perhotelan. Pada masa liburan lebaran pun, manajemen perhotelan harus menelan pil pahit karena okupansi tak sesuai dengan harapan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, telah terjadi penurunan okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel.

          Manager Krakatau Kahai Beach Hotel, Agustin, mengakui bahwa pihaknya mengalami kesulitan untuk menaikkan persentase okupansi tamu. Padahal, pihak manajemen hotel telah memberikan berbagai macam promo untuk menarik minat pengunjung agar menginap di hotel tersebut.

          Agustin mengatakan bahwa sulitnya menaikkan okupansi karena pengaruh peristiwa tsunami yang terjadi di Kecamatan Rajabasa pada 22 Desember 2018 lalu. Menurut dia, bencana tsunami itu sekaligus menyulutkan niat tamu yang sebelumnya telah memesan kamar hotel. Pasca bencana besar itu, jumlah tamu di Kahai mengalami penurunan sebanyak 80 – 90 persen dari biasanya.

Besarnya angka penurunan tersebut tentu memberikan imbas terhadap pemesanan okupansi atau hunian yang rata-rata hanya terisi 10 – 20 persen. Padahal sebelumnya, Agustin mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar okupansi kembali seperti biasanya.

Bahkan, lanjut dia, Manajemen Kahai telah memberikan diskon lebih dari separuh harga atau 60 persen supaya kembali menarik minat tamu. Pihknya juga telah bekerja ekstra demi meningkatkan okupansi. Namun sayang, cara ini tak memberikan magnet yang kuat. udah bukan diskon lagi. “Hotel masih sepi semenjak tsunami,” kata saat dihubungi Radar Lamsel, Selasa (11/6) kemarin.

Agustin mengamini jika sepinya hotel karena para tamu masih takut terjadinya bencana di wilayah Kecamatan Rajabasa. Selain itu, pemerintah pusat melalui pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) juga belum memberikan keterangan resmi apakah bakal ada tsunami susulan atau tidak. (rnd)

BAGIKAN