Lingkungan Pemkab Kembali jadi Sasaran Pelaku Curanmor

461

KALIANDA – Butuh penanganan serius dari petugas keamanan dan Pemkab Lamsel soal tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dilingkungan kantor Pemkab Lamsel.

Pasalnya, lingkungan Pemkab Lampung Selatan kembali jadi sasaran empuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kondisi ini jadi momok bagi para pegawai yang sedang melaksanakan tugas dikantor satuan kerja (Satker) masing-masing.

Kali ini, nasib sial itu dialami Apan (28) warga Desa Kota Guring, Kecamatan Rajabasa yang harus merelakan kendaraannya digondol maling di depan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) sekitar pukul 09.30 WIB, kemarin.

Padahal, Apan mengaku baru hitungan menit masuk ke OPD tersebut untuk mengurus Kartu BPJS. Dia terkejut mendapati motor kesayangannya yang baru menemaninya selama 11 bulan itu sudah tidak ada ditempat parkiran semula.

BACA :  Dispora Jemput Gala Desa di Kemenpora

“Baru 5 menit saya di dalam kantor ini. Saya mau keluar karena diminta foto copy sejumlah berkas kelengkapan untuk membuat BPJS. Tetapi, motor saya sudah tidak ada lagi,” kata Apan kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian.

Masih kata Apan, motor jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BE 6207 OA sempat dilihat oleh pegawai Dinsos dibawa kabur oleh dua orang. Namun, sang pegawai tidak menaruh curiga kepada para pelaku tersebut.

BACA :  Menggali Potensi Siswa Melalui Gebyar SMANDAKA Expo 2018

“Saya tanya sama pegawai sini memang ada yang bawa ke arah Jalan Cinta. Tidak jelas juga ciri-cirinya seperti apa. Karena, mereka mengendarai dengan kecepatan tinggi,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kalianda AKP Haryono membenarkan peristiwa tersebut. Korban, imbuhnya, juga telah melaporkan kejadian tersebut langsung ke Mapolres Lamsel.

“Sesaat setelah kejadian tadi anggota kami juga langsung melaksanakan patroli hunting kewilayah seputaran Pemkab dan Jalan Cinta. Namun hasilnya masih nihil. Kami minta, warga tetap waspada akan kejahatan apapun. Karena, para pelaku kejahatan ini beraksi saat ada kesempatan,” singkat Haryono. (idh)

BAGIKAN