Logistik Korban Banjir Dituntaskan Hari Ini

268

KALIANDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan bakal menuntaskan penyaluran logistik pasca banjir Selasa (11/12) hari ini.

Dari empat kecamatan yang terdampak banjir, hanya korban banjir di Kecamatan Penengahan saja yang belum menerima logistik dari Pemkab Lamsel. Lainnya Kecamatan, Kalianda, Sidomulyo dan Katibung sudah lebih dulu kecipratan logistik tersebut.

Kepala BPBD Lamsel Ketut Sukerta menegaskan, pihaknya akan menyalurkan ratusan paket logistik kepada warga di Kecamatan Penengahan yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

“ Kita belum salurkan karena pendataan belum valid, saat ini pun jumlah data yang disetor ke BPBD bertambah lagi. Tapi kami pastikan penyaluran tuntas Selasa (hari ini ‘red),” ujar Ketut Sukerta kepada Radar Lamsel, Senin (10/12).

Ketut Sukerta menambahkan, dampak yang ditimbulkan pasca banjir sejatinya tidak begitu frontal menyerang empat kecamatan. Dari empat kecamatan tersebut, lanjutnya, Plt. Bupati Lamsel membentuk tim penanganan yang dihuni oleh para kepala OPD.

BACA :  Pertengahan Oktober, 13 Kades Terpilih Disumpah

“ Yang paling parah memang dua desa di Kecamatan Katibung, selain itu banjir tidak begitu banyak merendam pemukiman. Namun ada beberapa fasilitas umum yang rusak akibat banjir,” ungkapnya.

Masih kata Ketut Sukerta, terkait keterlambatan pengiriman logistik di Kecamatan Penengahan pihaknya mengaku akan segera menuntaskan PR tersebut.

“ Untuk masyarakat tidak usah khawatir, kami akan mengirim ratusan paket sembaku untuk korban terdampak banjir di sana (Penengahan),” sebut dia.

Disinggung soal dana pasca bencana? Ketut Sukerta masih belum dapat memastikan seperti apa hasilnya apakah bisa dicairkan atau tidak. Orang nomor satu di BPBD Lamsel ini mengklaim bencana yang muncul diakhir tahun turut andil terhadap pencairannya.

BACA :  Terkait Pemadaman Listrik, PT. PLN: Ada Pemeliharaan Darurat

“ Kalau soal dana pasca bencana kami belum bisa memastikan kepada masyarakat. Nanti kalau kami sebut ada ternyata tidak ada, mudah-mudahan saja ada dan dapat dicairkan tetapi sekali lagi itu belum pasti,” tegasnya.

Belajar pasca bencana yang menimpa Lampung Selatan, Ketut Sukerta berharap hal ini dapat dijadikan perenungan bagi semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Pasalnya banjir yang muncul tak lepas dari kondisi lingkungan yang kurang perhatian.

“ Kita masyarakat Lamsel harus sudah peduli terhadap lingkungan disekitar, jangan buang sampah sembarangan, drainase dibenahi dan keberadaan hutan harus dilindungi karena semua saling berkaitan satu sama lain,” tandasnya. (ver)

BAGIKAN