Lokal Rusak, SMP PGRI Sragi Tutup!

137
David Zulkarnain – Inilah kondisi gedung sekolah eks. SMP PGRI Kecamatan Sragi yang berada di Desa Baktirasa dengan kondisi yang memprihatinkan, Senin (15/7)

SRAGI – Bangunan gedung eks SMP PGRI  Kecamatan Sragi di Desa Baktirasa kini sudah tidak terpakai lagi. Bangunan gedung itu kini kesannya terbengkalai karena tidak terurus oleh pemiliknya. Kondisi ini membuat masyarakat setempat prihatin.

Bagaimana tidak, bangunan yang menjadi aset Persatuan Guru Repubulik Indonesia (PGRI) Lampung Selatan itu tidak pernah mendapat perawatan dan telah banyak mengalami kerusakan.

Pantauan Radar Lamsel, bangunan yang didirikan sekitar pada tahun 1979 itu hampir sebagian besar telah mengalami kerusakan. Pada bagian atap dan pelapon telah rusak, serta kaca jendela  ruang kelas yang telah pecah.

Hadi (35), salah satu warga setempat mengatakan, bangunan eks SMP PGR tersebut telah ditelantarkan sejak tahun 2005 silam. Dimana pada tahun itu kegiatan belajar mengajar mulai dihentikan.

BACA :  Winarni: Gerak PKK Tolok Ukur Pembangunan Desa

“Sejak kegiatan proses belajar mengajar dihentikan sekitar tahun 2005, sudah tidak adalagi perhatian atau perawatan untuk bangunan SMP PGRI ini,” kata Hadi kepada Radar Lamsel, Senin (15/7).

Tanpa adanya perawatan yang dilakukan oleh pihak PGRI, lanjut Hadi, selama dua tahun terakhir beberapa bangunan telah mengalami kerusakan dan sangat disayangkan.

“Sangat disayangkan lah, Mas. Sebelumnya bangunan tersebut digunakan sebagi kantor UPT Pendidikan, namun sejak 2017 lalu UPT Pendidikan dibubarkan bangunan tersebut sama sekali tidak mendapat perawatan. Bahkan sekarang sudah banyak yang rusak,” tuturnya.

Kondisi ini juga mendapat tanggapan dari Sugiyono (60). Dia salah satu mantan tenaga pengajar lembaga pendidikan swasta tersebut juga merasa prihatin dengan kondisi bangunan eks SMP PGRI. Ia mengungkapkan, dari 10 lokal kelas yang ada, terdapat delapan kelas yang telah mengalami kerusakan.

BACA :  Sragi Sukeskan Peringatan HUT RI Ke 74

          “Sudah delapan kelas yang sudah rusak dengan jendela yang pecah serta atap yang rusak. Harapan kami kegiatan belajar mengajar bisa dihidupkan kembali karena saat ini sekolah swasta seperti MTS Aliya juga murid sudah membeludak,” tuturnya.

          Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Sragi Bibit Purwanto. Menurutnya, kondisi ini seharusnya bisa menjadi perhatian PGRI Lampung Selatan untuk memberikan perawatan gedung sekolah tersebut.

          “Saya juga termasuk yang pernah mengeyam pendidikan di SMP PGRI ini. Harapan kami kondisi sekarang ini segera mendapat perhatian sehingga gedung tersebut bisa dugunakan kembali,” pungkas Bibit. (vid)

BAGIKAN