Marjana Sebut Polemik Pasar Ada yang Menunggangi

86

WAYPANJI – Kepala Desa Sidoharjo Marjana kembali angkat bicara soal penyelesaian pasar Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji yang belum menuai hasil. Dia mengklaim bahwa kisruh pasar dimanfaatkan sebagai komoditi politik oleh oknum.

Itu, kata Marjana, tergambar dari pemanggilan pedagang oleh pihak Mapolres Lamsel untuk lanjutan pemeriksaan kisruh pasar Sidoharjo. Sebab katanya, polisi turut didampingi sejumlah warga.

Ya sudah jelas ada unsur politik dan ada yang menunggangi, masa pas pemanggilan pedagang oleh kepolisian saja ada oknum yang bukan polisi turut mengkawal,” ujarnya kepada Radar Lamsel, Minggu (11/2) kemarin.

Masa jabatan Marjana yang habis pada 2019 ini disinyalir jadi magnet guna meraup suara dengan memanfaatkan polemik berkepanjangan dipasar Sidoharjo. Terlebih, kata dia, Bupati Lampung Selatan beberapa waktu lalu mewanti agar pasar tidak jadi komoditi politik.

“Ya pedagang juga bingung, bukannya dipanggil Bupati tapi malah dipanggil polisi. Padahal kan sudah hampir setahun pasar mangkrak nggak selesai,” katanya lagi.

Masih kata Marjana, kalaupun diproses tidak perlu melakukan intervensi dan sebagainya. “Ya kalau memang mau diproses segera diproses saja, nggak usah ada intervensi,” ungkapnya.

Lebih jauh ditanya siapa penunggang polemik pasar yang dimaksud? Marjana tak mau buka suara. Dia hanya berharap agar siapapun yang mau membereskan pasar Desa Sidoharjo cukup dengan musyawarah dan duduk bersama.

“Kita nggak mau ini berkepanjangan, toh juga Bupati sudah memberi peringatan begitu juga dengan Wabup kita tunggu dalam sebulan ini,” tutupnya.

Pada bagian lain Camat Way Panji Isro Abdi mengungkapkan harapannya agar Polres Lamsel segera memberi kepastian kepada pedagang dan warga.  “Ya Kapolres yang sempat datang menjanjikan dalam waktu dekat penyelesaiannya. Nantinya kalau sudah selesai pasar Desa Sidoharjo akan dirubah status kepengurusannya agar jadi PADes,” kata Isro Abdi.

Sebelumnya, Polemik pasar Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji terus disorot. Kali ini sorotan datang dari Bupati Lampung Selatan dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum.

Ketua DPW PAN Lampung itu menyarankan agar masing-masing individu tidak saling mengedepankan ego. Alangkah eloknya kata dia apabila polemik ini diselesaikan secepatnya.

“Saya hanya ingin menyoroti saja, jangan saling mengedepankan ego masing-masing. Kalau Kades, Camat, Kapolsek, Danramil sampai tokoh masyarakat sudah turun belum juga selesai nanti kita panggil perwakilan dari masing-masing pihak untuk menyelesaikan secepatnya,” ujar Zainudin di Balai Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji. (ver)

BAGIKAN