Masjid An-Nubuwwah Bakal Tampung 6 Ribu Jama’ah

1067
ILUSTRASI

NATAR – Pembangunan Masjid An-Nubuwwah di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, Lampung sudah mencapai 45 persen. Masjid yang digadang-gadang akan menjadi masjid terbesar di Lampung itu diproyeksikan rampung dalam dua tahun kedepan.
Dede Isnaini, pimpinan proyek pembangunan Masjid An-Nubuwwah Lampung, melaporkan kemajuan fisik pembangunan masjid terbesar di Lampung itu sudah mencapai 45 persen dan ia optimis akan selesai dalam waktu dua tahun.
“Pembangunan Masjid An-Nubuwwah sudah berjalan sekitar satu tahun lebih satu bulan dan seharusnya sudah mencapai 50 persen, tapi terkendala pendanaan, pembangunan ini baru selesai sekitar 45 persen,” katanya.
Menurutnya, capaian pembangunan itu antara lain bagian pondasi kedalaman empat meter, penimbunan tanah, pengecoran lantai satu, dan dua yang memakan waktu empat bulan.
“Kini sedang dikerjakan tiang kolom lantai dua area barat dan selatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pembangunan Masjid An-Nubuwwah itu melibatkan tenaga kerja sekitar 30 orang dan didukung oleh beberapa tenaga ahli di bidang struktur dan arsitektur. Ia yakin, pekerjaan ini akan terkontrol dengan baik.
Dana pembangunan Masjid An-Nubuwwah yang terkumpul selama tiga belas bulan ini sebesar Rp 5.133.942.000; total dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 4.974.611.000, saldo Rp159.331.000. Sementara total dana yang masih dibutuhkan sebesar Rp 9.327.540.000.
Ia berharap kaum Muslimin ikut andil dalam proses pembangunan masjid terbesar di Lampung itu. Pembangunan Masjid An-Nubuwwah yang digagas oleh Imaam Muhyiddin Hamidy ini mempunyai daya tampung sebesar 6000 jama’ah.
Peletakan batu pertama Masjid An-Nubuwwah oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan 7 November 2014 lalu, ditargetkan selesai dua tahun, sebab Masjid yang ada selama ini, Masjid Taqwa (masjid lama) sudah tidak memadai untuk kapasitas sebuah Masjid di Kampung Islam Internasional untuk menerima tamu-tamu dari berbagai negara yang sering berkunjung.
Masjid An-Nubuwwah, dalam master plannya, diharapkan bisa menjadi tempat bukan hanya untuk ibadah tapi juga sebagai tempat melaksanakan berbagai aktivitas yang bersifat internasional seperti halnya seminar-seminar tentang Islam dan Palestina. Sehingga diharapkan dari masjid ini terpancar peradaban duia yang penuh rahmat.
Seperti harapan Zulkifli Hasan saat peletakan batu pertama, “Insya Allah Masjid An-Nubuwwah akan menjadi pusat peradaban umat Islam, pengembangan dakwah Islam, serta menjadi garda terdepan dalam meluruskan dan menjawab setiap tantangan dinamika perkembangan Islam,” ujarnya.(rdo)

BAGIKAN