Meluas, 90 Hektar Padi di Sragi Terancam Gagal Panen

347

SRAGI – Musim kemarau yang melanda wilayah Lampung Selatan sejak sekitar empat bulan terakhir berdampak luas bagi kelangsungan pertanian diwilayah ini. Sebagai wilayah sentra pertanian tanaman padi di Lamsel, Kecamatan Palas dan Sragi mulai terancam gagal panen akibat kekeringan yang melanda.

Sebelumnya diberitakan, tanaman padi di Kecamatan Palas mengalami kekeringan seluas 402 hektar tersebar di lima desa. Kini, akibat kemarau panjang ini dampak kekeringan tanaman padi melanda wilayah pertanian di Kecamatan Sragi.

Berdasarka hasil dari pendataan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, seluas 90 hektar tanaman padi telah mengalami kekeringan.

Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi Eka Saputra mengatakan, selama dua pekan terahir pihaknnya kembali melakukan pendataan tanaman padi yang terdampak kekeringan.

BACA :  Motor Anggota DPRD pun Digasak Maling!

“Sejauh ini  dari pendataan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) luas tanaman padi yang terdampak kekeringan sekitar 90 hektar. Dengan rincian 55 hektar kekeringan ringan, 20 hektar kekeringan sedang, dan 15 hektar kekeringan berat,” kata dia kepada Radar Lamsel, Selasa (16/10).

Eka menerangkan, tanaman padi yang terdampak kekeringan tersebut terjadi di dua desa di Kecamatan Sragi dengan rata- rata usia padi  50 – 60 hari usia tanam.

“Kekeringan terjadi lebih dominan terjadi di Desa Bandar Agung dan Desa Marga Jasa dengan usia tanaman 50 – 60 hari usia tanam. Usia tanaman tersebut sangat membutuhkan pasokan air karena sudah masuk masa bunting,” tuturnya.

BACA :  Hujan Perparah Kerusakan Jalan Poros Sragi

Melihat kondisi air Sungai Way Sekampung yang saat ini masih asin, lanjut Eka, luas tanaman padi yang terdampak kekeringan kemungkinan akan bertambah.

“Kemungkinan luasnya akan bertambah, karena saat ini petani belum bisa melakukan penyiraman. Besok (hari ini’red) kami juga akan melakukan perekapan kembali luas lahan yang terdampak kekeringan,” ucapnya.

Lebih lanjut Eka mengungkapkan, satu-satunya cara untuk menyelamatkan kekeringan tersebut petani hanya bisa mengharapkan hujan akan turun dalam waktu dekat.

“Jika sepanjang Oktober ini turun hujan tanaman padi tersebut akan selamat. Kerena jika dipaksakan melakukan penyiraman dengan kondisi air yang asin justru akan membuat tanaman padi mati,” pungkasnya. (vid)

BAGIKAN