Minta RT Jaga Situasi Kondusif Jelang Pilkada

593

KALIANDA – Ketua Rukun Tetangga (RT) diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2015.‎ Itu ditegaskan Pemerintah Kabupaten Lamsel melalui Bagian Otonomi Daerah (Otda) Setdakab Lamsel dalam kegiatan pembinaan RT se-Kabupaten Khagom Mufakat ini.

Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Administrasi Pemerintahan dan Perangkat Desa/Kelurahan Bagian Otda Setkdakab Lamsel Dicky Yuricky, hal tersebut telah disampaikan kepada seluruh RT se-Lamsel dalam kegiatan pembinaan RT. Dalam menghadapi Pilkada 9 Desember 2015 mendatang, para Ketua RT wajib menciptakan suasana aman dan kodusif.

“Ketua RT punya kewajiban dalam menyukseskan Pilkada 2015. Dalam hal ini, peran Ketua RT sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman dan mensosialisasikan Pilkada terhadap para warganya,”ungkap Dicky saat ditemui diruangannya, Jumat (6/11).

BACA :  Ijazah Salah Formasi Dominasi CPNS TMS

Selain itu, tambahnya, Ketua RT berperan besar dalam mengantisipasi akan terjadinya konflik sosial sesama warga. Apabila ada isu-isu yang dapat menyebabkan konflik sosial di daerahnya, Ketua RT harus mampu mencegah hal tersebut.

Jangan sampai, lanjutnya, isu yang beredar malah menjadikan masyarakatnya terkotak-kotak, “Disini peran RT terhadap pencegahan konflik sosial di kalangan masyarakat. Kalau sampai terjadi, diharapkan RT mampu menyelesaikan melalui musyawarah secara kekeluargaan,”jelasnya.

BACA :  Musnahkan BB Tiap Tri Wulan

Labih lanjut dia mengatakan, mengenai isu masuknya paham-paham organisasi radikalisme kedalam kalangan masyarakat, Ketua RT harus pandai-pandai memahami atau memilah organisasi yang benar dan baik. Sehingga, warga bisa mengetahui, organisasi tersebut positif atau negatif.

“Mengenai paham seperti ISIS, Ketua RT harus pandai memilah organisasi yang baik yang tidak bertentangan dengan Undang-undang (UU) dan Pancasila. Belakangan ini, ada-ada saja organisasi yang merugikan masyarakat. RT harus bisa memilah dan memberikan pemahaman kepada warganya untuk tidak menjadi penganut paham negative yang dapat merugikan diri dan keluarganya,”pungkasnya. (idh)

BAGIKAN