| |
|
|
Berita Radar Kota |
|
| Minggu, 18 Nopember 2007 22:46:18 |
Klik : 322 |
 |
 |
|
| | Silaturhmi FKPP Merupakan Ajang Reuni |
| BANDARLAMPUNG - Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun merupakan satu kesatuan dan berasal dari daerah yang sama. Perbedaannya hanya Lampung Sai batin lebih kental nilai-nilai otokrasinya, sedangkan Lampung Pepadun lebih kental dengan nilai-nilai demokrasinya. Perbedaan keduanya harus menjadi nilai tambah bagi kebudayan daerah Lampung.
Hal itu diungkapkan Pembina DPW Forum Komunikasi Kepaksian Pernong (FKPP) Bandarlampung, Drs H. Edwar Syah Pernong gelar Sutan pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengan paksi yang di Pertuan Sekalabrak ke-23, dalam acara silaturahmi halalbihalal di Cafe Garden, hotel Sahid Bandarlampung, ( 17/11)
“Keluarga besar kepaksian pernong harus dapat memersatukan seluruh elemen masyarakat kepaksian Pernong. Hal ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan seni kebudayaan kepaksian Pernong agar dapat mengalang hidup dalam kebersamaan (seuyunan, seteulungan dan seakkonan),” ujar Edwarsyah Pernong
Dijelaskannya, kepaksian pernong harus selalu membina kepuakhian, dan jangan menempatkan diri sebagai sesuatu yang ekslusif. “Kesetian merupakan kekuatan tali silaturahmi,” pungkasnya.
Tampak hadir dalam acara itu Bupati Lampung Selatan. Hi. Zulkifli Anwar, Bupati Lampung Tengah, Hi. Andi Ahmad, Bupati terpilih Lampung Barat Drs. H. Muhlis Basri dan Wakil terpilih Drs. Hi. Dimyati Amin beserta jajaran pengurus DPW FKPP 2007-2011.
Zulkifli Anwar sosok yang tak asing di keluarga besar FKPP di daulat pertama kali untuk menyampaikan pidato dari tamu undangan. Saya merupakan teman sepermainan Pangeran, jadi kalau mau ditulis sejarah kedekatan saya dengan pangeran tidak cukup 3 buku, guraunya yang diikuti gelak tawa para keluarga besar FKPP.
Hi. Andi Ahmad dalam sambutannya juga mengucapkan terimakasih atas undangannya dan merasa berbahagia dapat berkumpul dengan keluarga besar FKPP.
Muhlis Basri juga berkesempatan hadir menyampaikan ribuan terimakasih kepada keluarga besar FKPP yang telah mempercayainya memimpin Lampung Barat (Lambar) ke depan. Jika dalam kampanye yang saya lakukan selama ini telah membuat saudara saya merasa kurang berkenan, maka dalam kesempatan ini saya menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya, terangnya.
Di sela-sela acara itu para undangan berkesempatan mendengarkan asal-usul Suku Lampung yang dibacakan oleh Drs. Aspani Majid, M.M., Menurutnya, kerajaan Sekala Brak merupakan asal-usul suku Lampung. Skala Brak dahulu adalah sebuah kerajaan besar yang berada di lereng gunung Pesagi, Belalau Kabupaten Lampung Barat.
Dari penemuan sejarah atau budaya didapat peninggalan seni budaya pahatan corak megalitik. Daerak Sumberjaya, Kenali, Batubrak, Liwa dan Sukau diyakini merupakan asal-usul suku bangsa Lampung. Dari sinilah suku bangsa lampung tersebar kesegenap penjuru menurut aliran air sungai Waykomering, Waysemaka,Waysekampung,
Wayseputih, Waytulangbawang, Wayumpu dan Waybesai.
Sedangkan keberadaan kerajaan Skala Brak, dapat dibuktikan dengan adanya prasasti seperti, Batu tulis Punuk, Batu Kepapang, Batu Bekhak, dan Batu Buaya.
Penghuni kerajaan Skalabrak adalah suku Tumi beragama budha dengan raja terkahir bernama Sekarumong. Suku Tumi Penghuni Kerajaan Skala Brak mempunyai kepercayan menyembah pohon yang dinamai Belasa Kepapang .
Namun, seiring masuknya agama Islam yang dibawa oleh empat orang dari Samudra pasai yaitu Empu Pernong,Empu Belenguh,Empu Bejalan Diwai, Empu Nyerupa pada abad ke-14. Setelah itu, setelah kerajaan Skala Brak runtuh, maka berdirilah Paksi Pak Sekala Brak yang ibu kotanya masing-masing empu Pernong yang merupakan Raja di Kepaksian Pernong dengan Ibukotanya Hanibung. Empu Belenguh menjadi Raja Buay Belenguh dengan ibu kotanya Tanjung Meneng, Empu Bejalan Diwai menjadi raja di Bejalanb diway bertahta di Puncak Dalam, sedangkan Empu Nyerupa menjadi raja Buay Nyerupa yang bertahta di Tapak Siring
Setelah kerajaan Skalabarak runtuh maka pohon belasa Kepapang pujaan suku Tumi ditebang oleh Paksi Pak Sekala Brak kemudian dibuat Pepadun yaitu menyerupai bangku tempat duduk atau singgasana tempat paksi pak sekala barak melantik kepala-kepala suku dan mengislamkan mereka (Khairul) |
|
| << Kembali |
Berita Radar Kota Lainnya : |
. Amankan Dua Kilogram Ganja . Bentur PP 37/2005 Randis Ketua Dicoret . Kasus Tripanca, Polda Gelar Internal . Jelang Ramadan, Harga Bawang Merangka Naik 50% . Pendaftaran CPNSD Diundur Setelah Lebaran . Tahapan Pilkada Dimulai September . Temukan 183 Keping Kayu Tak Bertuan . Distribusi Kompor Gas DI Hajimena Bermasalah . DPT Tiga Desa di NAtar Membengkak . Sudah Tujuh Pasien Gizi Buruk Meninggal
|
|
| |
| |