MPAL Ajak Semua Kalangan Lestarikan Adat Budaya

158
Ketua MPAL H. Bakri S.Pd.MM

KALIANDA – Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Lampung Selatan mengajak semua kalangan untuk melestarikan adat budaya lokal di kabupaten ini.

Penunjukan Rini Ariasih sebagai Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggantikan Yudha Sukmarina diharapkan mampu menjaga kelesatarian budaya di bumi khagom mufakat ini.

Ketua Umum MPAL Lamsel H. Bakri S.Pd. MM mengatakan menjaga dan melestarikan adat budaya adalah tugas bersama. Bukan hanya tugas pemerintah semata, pemerintah dituntut punya program yang berdampak positif terhadap kelestariannya.

“ Yang kami tekankan utamanya pemakaian ‘bahasa lampung’ dikalangan pemerintah kabupaten ini, kalau bahasa daerah saja bisa dilestarikan tentulah tidak akan ada kekhawatiran percakapan bahasa lokal akan hilang,” kata Bakri kepada Radar Lamsel, Kamis (13/6).

BACA :  Gerilya Politik ‘Pak Kades’ Bidik Balonbup Lamsel

Tokoh adat asal Desa Kotadalam Kecamatan Sidomulyo ini berharap, kedepan instansi pariwisata dan kebudayaan Lamsel getol mengusung kultur serta tema yang identik dengan Lamsel.

“ Perlu adanya sinergi atau penguatan program yang memang sejalan dengan kebudayaan Lamsel, dan itu perlu dikemas dengan baik agar Lamsel lebih dikenal lagi sebagai destinasi wisata sekaligus kebudayaan lokalnya, seperti kegiatan seni tari di sanggar-sanggar adat yang perlu digerakkan lagi agar tidak fakum,” terangnya.

Anggota DPRD empat periode ini pernah menyinggung perihal inisiatif pembentukan Peraturan Daerah (Perda). Namun kala itu Perda yang disinggung adalah penerapan bahasa Lampung di aeral perkantoran.

BACA :  Ini Pesan Nanang untuk Kader HMI Cabang Kalianda

“ Saat ini penggunaannya masih belum total, hanya diawal saja biasanya makin kesini makin hilang penggunaannya. Hal semacam ini terlihat sepele tapi dampaknya akan amat terasa bila dinomor duakan,” sebut Bakri.

Seblumnya, Plt. Kepala Disparbud Lamsel Rini Ariasih mengaku belum memasang target khusus. ia mengutarakan niatnya untuk berkonsolidasi terlebih dahulu dengan semua elemen yang bersentuhan dengan pariwisata.

“ Ini kan dunia baru bagi saya. Karenanya sebelum menetapkan target akan berkonsultasi dahulu. Paling tidak menuntaskan program apa saja yang sudah dirancang Kadis sebelumnya. Terutama menyelesaikan even Festival Kalianda yang sudah didepan mata,” ungkapnya. (ver)

BAGIKAN