Mulai H-4 Kendaraan Non Sembako Dilarang Melintas

418
Nyoman Subagio – Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni sudah mulai dipakai untuk melayani penumpang selama angkutan lebaran.

Dermaga VII Sudah Buka Pelayanan Penyeberangan

BAKAUHENI – Untuk memperlacar arus mudik dan arus balik angkutan lebaran tahun ini, pemerintah mengeluarkan himbauan larangan angkutan non sembako melintas khususnya di pelabuhan penyeberangan Bakauheni-Merak mulai 21-29 Juni atau H-4 sampai H+3 angkutan lebaran.

Larangan itu tertuang dalam peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat nomor : SK.2717/AJ.201/DRJD/2017 tentang peraturan lalulintas dan pengaturan kendaraan angkutan barang pada masa angkutan lebaran tahun 2017.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Eddy Hermawan mengatakan, himbauan larangan kendaraan non sembako melintas untuk memperlancar arus mudik dan arus balik angkutan lebaran tahun ini. Larangan itu dimulai H-4 sampai H+3 angkutan lebaran.

BACA :  Bulog Klaim Stok Beras Aman untuk 14 Bulan

“Mulai H-4 diperkirakan arus mudik sudah mulai padat. Imbauan larangan kendaraan non sembako melintas untuk memperlancar arus lalulintas dan memberikan kenyamanan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor,” kata Eddy kemarin.

Disisi lain, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni sudah membuka layanan penyeberangan di dermaga VII yang baru dibangun. Menurut Eddy Hermawan, beberapa proses uji coba sandar kapal di dermaga VII sudah dilakukan. Mulai uji coba sandar kapal tanpa muatan hingga memakai muatan. “Dermaga VII sudah bisa melayani penumpang yang hendak menyeberang dari Bakauheni-Merak. Proses uji coba sudah kami lakukan dan berjalan lancar. Mulai dari uji coba sandar kapal tanpa muatan dan bawa penumpang,” kata Eddy Hermawan.

BACA :  Pemkab Gelar Pengajian dan Do'a Bersama

Eddy menambahkan, penggunaan dermaga VII bersifat sementara selama angkutan lebaran ini. Menurutnya, penggunaan dermaga VII sebagai langkah antisipasi saat terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan selama arus mudik dan arus balik. “Pembangunan dermaga VII belum selesai 100 persen. Penggunaan dermaga VII bersifat sementara selama angkutan lebaran jika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan,” ujarnya. (man)

BAGIKAN