Musda DPD IMM Lampung Berjalan Sukses

343
Randi Pratama – Suasana Musda ke-20 DPD IMM Lampung yang diselenggarakan di Aula Kantor TP-PKK Pemkab Lamsel pada 1 – 3 Maret.

Generasi Muda Harus Recall Nilai-nilai Pancasila

KALIANDA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Lampung menggelar musyawarah daerah (Musda) ke-20, yang dimulai pada 1 – 3 Maret di Aula Kantor PKK Pemkab Lamsel. Musda yang bertema “Meneguhkan Pancasila Sebagai Sukma Bangsa Untuk Lampung Sejahtera” ini dihadiri peserta dari 5 cabang wilayah, yaitu Lampung Selatan, Lampung Utara, Bandarlampung, Metro, dan Prigsewu.

          Dalam acara ini, Ketua DPP IMM Najib Prasetyo, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Dr. Marzuki Noor, M.Si, Ketua DPD IMM Lampung, Yusuf Ridho Billah, serta Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Americo, menyampaikan pemaparan mengenai organisasi.

BACA :  Rengkuh Prestasi Ditengah Kontroversi

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Dr. Marzuki Noor, M.Si mengatakan dalam rutinitas organisasi ada musyawarah daerah (musda). Musda, kata dia, diselenggarakan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Kemudian menyusun program.

Marzuki Noor melanjutkan, organisasi adalah otonomi yang tidak berdiri sendiri. Menurut dia, periode ini harus mentransformasi gerakan Islam dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam Pancasila. Kemudian menerapkan nilai-nilai apa yang harus diterapkan.

“Generasi muda harus me-recall kembali, nilai-nilai apa yang harus diterapkan,” katanya saat diwawancarai Radar Lamsel.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Americo, mengatakan dalam organisasi mahasiswa harus memiliki tiga hal. Pertama, bagaimana dengan baik menjalankan perintah tuhan yang mahakuasa, kedua, memiliki akademis yang baik, ketiga mampu memiliki wawasan keumatan, dan mampu memiliki wawasan kebangsaan yang baik.

BACA :  SMAN 2 Kalianda Galang Dana Untuk Palestina

Sehingga, kata Thomas, ketika mahasiswa turun di masyarakat bisa benar-benar mampu menyesuaikan dengan lingkungannya.

“Kalau dulu, kita mau cari ojek harus ke pangkalan. Kalau mau cari makan, harus ke rumah makan. Tapi hari ini tinggal klik, semua yang kita mau akan datang,” katanya. (rnd)

BAGIKAN