Musim Kemarau, POPT Minta Petani Tingkatkan Pengawasan Hama

378

PENENGAHAN – Petugas Pengendali Organisme Pengangganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Penengahan melakukan pengamatan terhadap hama dan perkembangan wereng terhadap tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Penengahan, Sabtu (14/7) pekan lalu.

Terutama saat memasuki musim kemarau yang akan terjadi dalam waktu dekat. Perubahan cuaca ini dikhawatirkan akan membuat populasi hawa wereng meningkat jika tak dilakukan pengamatan.

Di Kecamatan Penengahan, petugas POPT melakukan pengamatan terhadap tanaman padi di 4 desa, yaitu Desa Pasuruan, Ruangtengah, Tanjungheran dan Rawi. Total lahan yang dipantau seluas 320 hektar, yang baru memasuki usia 20 – 45 hari masa tanam.

BACA :  Nasib Dua Jalan di Penengahan, Tunggu Proses Lelang

Petugas POPT Kecamatan Penengahan Syafruddin mengklaim kondisi tanaman padi dan coklat di desa-desa tersebut masih terbilang aman, karena populasi hawa wereng masih di bawah ambang pengendalian.

Meski begitu, Syafruddin tetap memberi rekomendasi kepada petani supaya tetap meningkatkan pengamatan terhadap tanamannya.

“Untuk saat ini aman, tetapi pengamatan tetap ditingkatkan. Kami juga himbau kepada petani jangan melakukan penyemprotan menggunakan racun kimia,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (15/7) kemarin.

BACA :  Desa Banjarmasin Bangun Jalan Multi Fungsi

Menurut dia, peningkatan pengamatan amat perlu dilakukan karena saat ini sedang memasuki peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau.

Dia menegaskan, peralihan cuaca akan sangat berpengaruh terhadap populasi hawa wereng terhadap tanaman umum seperti padi, jagung, bawang, cabai dan lain-lain.

Jika tak dilakukan, dampak buruk yang akan terjadi kemungkinan terjadinya ledakan terhadap populasi hama. “Begitu pula dengan penyakitnya, karena kelembaban suhu akan sangat berpengaruh,” ucapnya. (rnd)

BAGIKAN