Natar Diguyur Rp 52 Miliar, Jatiagung Rp 38 Miliar

1219
Diskominfo Lamsel - Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan M.HUM saat memberikan sambutan serta arahan kepada para Kepala Desa dalam acara Musrenbang tingkat kecamatan di Desa Sumberjaya, Kecamatan Jatiagung, Kamis (25/2).

NATAR – Akselerasi pembangunan infrastruktur menjadi komitmen Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan. Karenanya, ia akan mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh kecamatan. Di Kecamatan Natar Pemkab Lamsel mengguyur anggaran pembangunan sebesar Rp 52 Miliar. Sedangkan di Kecamatan Jatiagung diguyur Rp 38 Miliar. Lalu, Kecamatan Tanjungsari sebesar Rp 11 Miliar dan Kecamatan Tanjungbintang sebesar Rp 22 Miliar.
Penyerahan anggaran pembangunan itu dilakukan Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan yang menggelar roadshow Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan di Natar, Jatiagung, Tanjungsari, dan Tanjungbintang, kemarin.
Di Kecamatan Natar, Musrenbang digelar di Gedung Podomoro, Kecamatan Natar. Lalu di Jatiagung digelar di Desa Sumberjaya. Di Tanjungsari digelar di Desa Kertosari sedangkan di Tanjungbintang digelar di Desa Serdang.
Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan, M.Hum menegaskan komitmennya dalam peningkatan infrastruktur jalan di Lampung Selatan khususnya untuk Kecamatan Natar sesuai dengan janji politik pada masa kampanye lalu.
“Di Natar ada 59 program pembangunan infrastruktur di tahun ini. Ditambah lagi program pembangunan infrastruktur dari Dana Desa yang berkisar Rp800 sampai Rp900 juta lebih per desa untuk di Natar. Ini bisa mendukung kabupaten dalam peningkatan infrastruktur dan akan lebih baik untuk masyarakat,” kata Zainudin, kemarin.
Menurutnya, dengan 59 program pembangunan yang berfokus pada infrastruktur jalan mampu mempercepat mewujudkan Kecamatan Natar tanpa jalan rusak. “Sesuai dengan janji saya, dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan Natar tidak ada lagi jalan yang rusak,” tegasnya.
Dia juga menyinggung soal transparansi penggunaan dana desa dan mengajak masyarakat juga ikut mengawasi demi maksimalnya mafaat dari program tersebut. “Nantinya bisa dipaparkan ke masyarakat melalui papan pengumuman penggunaan dana desa. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui dan aparatur desa juga bisa dengan maksimal menggunakan dana desa ini,” pesannya.
Zainudin juga mengungkapkan bahwa program menaikan tunjangan RT, Kadus sampai penghasilan kepala desa mulai direalisasikan. Tujuannya agar para aparatur desa bisa lebih baik dalam melayani masyarakatnya.
“Ketua RT naik 50 persen, dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu, kadus naik seratus persen menjadi Rp300 ribu. Kemudian, Kades akan meningkat penghasilannya minimal Rp2,3 juta,” ujarnya.
Zainudin meminta kenaikan insentif bagi aparatur desa ini dapat berbanding lurus dengan kinerja aparatur desa. Sedangkan mengenai layanan masyarakat mengenai ambulan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Ambulan gratis secepatnya. Semoga semua program yang telah dan yang akan dijalankan akan membawa manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Natar Dulkahar, AP, M.Si menguraikan, sebelum dilakukan Musrenbang tingkat kecamatan, pihaknya sudah merampungkan musrenbang tingkat desa di 26 desa. “Kami langsung turun dalam tiap Musrenbang desa. Alhamdullilah pada tahun 2015 sudah terlaksana program. Pembangunan infrastruktur seperti peningkatan hotmix 1.200 meter tersebar di sejumlah desa dengan total anggaran 200 Miliar. Peningkatan jalan onderlagh 6.900 Meter anggaran 3,8M. Jalan poros, dari Mandah sampai Sukadamai, sisa 1 km lagi yang belum baik. Kami juga terus mencari solusi agar pembangunan cukup bertahan lama. Agar tidak hanya berkutat membangun jalan itu-itu saja,” katanya.
Dulkahar melanjutkan, pihaknya mengusulkan untuk program tahun 2017 masih memfokuskan pada pembangunan jalan dan sarana pendidikan serta kesehatan.
“Seperti peningkatan jalan Hotmix Desa Brantiraya-Waysari-Candimas-Tanjungsari plus dua jembatan. Hal ini untuk menyokong program percepatan peningkatan Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional,” bebernya.
Selain itu, lanjut Dulkahar, pembangunan jalan poros tengah juga sangat dielu-elukan masyarakat. Mulai dari Desa Muaraputih, Purwosari, Pancasila. Juga, Banjarnegeri sampai Mandah. “Ruas ke arah TPS (tempat pembuangan sampah’red) Tanjungsari dan Krawangsari. Serta Akses ke SMP 5 Natar jadi perhatian. Dan tak kalah penting mengenai jalinsum yang selalu banjir kalau hujan. Kami sudah mengusulkan drainase agar tak ada lagi genangan di jalan lintas itu,” ujarnya.
Untuk sarana bidang lain seperti pendidikan, kesehatan dan pertanian, pihaknya juga sudah memiliki skala prioritas untuk diajukan dalam musrenbang tingkat kabupaten.
“Bidang pendidikan usulan 10 sekolah rehab. Untuk pertanian masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni alsintan, embung dan sumur bor. Pada pemerintahan desa kami usulkan 15 balai desa untuk bisa mendapatkan rehabilitasi. Yang jelas saat ini kami berkomitmen untuk mendukung seutuhnya apa yang sudah diprogramkan pak Bupati, salah satunya program membangun desa kami yakin desa tentunya akan semakin baik,” tandasnya. (rdo/idh)

BACA :  Jalan Rusak Di Dapan GWH Bikin tak Nyaman
BAGIKAN