Nelayan Kalianda Gelar Ruwat Laut

931
Diskominfo Lamsel - Pj. Bupati Lampung Selatan H. Kherlani, SE, MM mengikuti acara Ruwat Laut yang digelar di TPI Dermaga BOM Kalianda, minggu (22/11).

KALIANDA – Ruwat laut yang digelar masyarakat nelayan Kalianda berlangsung meriah. Puncak acara pada tradisi tahunan tersebut ialah menceburkan kepala hewan kerbau di tengah laut TPI Dermaga Bom Kalianda, Minggu (22/11).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tradisi nelayan sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas berkah hasil tangkapan ikan yang melimpah selama ini.
Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Lamsel H. Kherlani, SE, MM, Ketua HNSI Lamsel Syahroni, Kepala DKP Lamsel DR. Meizar Malanesia, Kepala Disparsebud Lamsel Fauziah Arief, SH dan keluarga besar nelayan yang ada di TPI Dermaga Bom Kalianda.
Dalam arahannya, Kherlani menyambut baik tradisi ruwat laut nelayan Kalianda. Diharapkannya, kegiatan tersebut bisa terus dilestarikan. Karena, merupakan salah satu hal untuk melestarikan budaya peninggalan nenek moyang.
“Mari kegiatan ini kita jadikan sebagai ajang silaturahmi antar sesama profesi nelayan. Kami selalu mendoakan agar masyarakat nelayan di Kalianda dan umumnya di Lamsel bisa terus dilimpahkan rezeki nya. Sehingga, bisa meningkatkan penghasilan ekonomi keluarganya,”singkat Kherlani.
Sementara itu, Ketua Panitia Ruwat Laut Arifin mengatakan, acara tersebut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan, khususnya nelayan Kalianda. Namun, kegiatan tersebut sudah lama tidak dilakukan oleh para nelayan.
Dijelaskannya, kegiatan ruwat laut yang didukung oleh Pemkab Lamsel dalam hal ini DKP serta Pokmaswas dan rukun nelayan Kalianda selama dua hari, dimulai sejak Sabtu-Minggu (21-22/11).
“Rangkaian acaranya yakni menggelar kesenian wayang goleg, jaipongan dan orgen tunggal pada Sabtu malam, lalu kesenian kuda kepang sekaligus pelepasan kepala kerbau dan sesaji ke tengah laut. Dengan diiringi perahu hias,”kata Arifin kepada sejumlah awak media, Minggu (22/11).
Tujuan dari ruwat laut, lanjutnya, selain merupakan salah satu budaya serta adat istiadat tradisional nelayan, juga sebagai perwujudan rasa syukur atas kebesaran Allah SWT. Skaligus dalam rangka pelestarian budaya adat masyarakat yang diterapkan para nelayan di Kalianda.
“Dengan ruwat laut ini, diharapkan bisa memberikan sumber kehidupan nelayan yang lebih layak. Kami juga berharap tangkapan ikan nelayan selalu berkah dan diberikan keselamatan selama kami menjalankan aktifitas di laut,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Unggul di Survei Rakata, Nanang Ermanto Pilih Fokus
BAGIKAN