Nelayan Pasrah Hadapi Hari Raya

112
Idho Mai Saputra – Sejumlah kapal nelayan yang rusak pasca tsunami di TPI Dermaga Bom Kalianda belum bisa di perbaiki. Para nelayan hanya bisa pasrah dan harus rela tidak melaut karena belum mendapatkan bantuan kapal dari pemerintah. Foto dibidik, Selasa (14/5) kemarin.

Bantuan Kapal Nelayan Korban Tsunami Belum Jelas

KALIANDA – Sejumlah nelayan khususnya di wilayah Kecamatan Kalianda hanya bisa pasrah menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Sebab, pasca musibah tsunami yang terjadi sebagian besar dari mereka belum bisa melaut karena bantuan kapal nelayan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba.

Menurut Ketua Koperasi Mina Dermaga Kalianda, Sobri, keluhan para nelayan itu bukan rahasia umum lagi. Sebab, hampir seluruh nelayan yang kapalnya rusak sangat mendambakan bantuan tersebut.

“Hampir semua nelayan menyampaikan keluh kesah nya di koperasi. Harapan mereka tidak lain adalah ingin kembali melaut. Tentu saja, mereka menunggu bantuan kapal seperti yang dijanjikan oleh pemerintah pasca musibah tsunami,” kata Sobri di TPI Dermaga Bom Kalianda, Selasa (14/5) kemarin.

BACA :  Kades Terpilih di Ibu Kota Lamsel Disumpah

Dia menambahkan, di wilayah sekitar TPI Dermaga Bom Kalianda tercatat sedikitnya terdapat 60 unit kapal nelayan yang tersapu gelombang pasang tersebut. Sehingga, kondisi perahu mereka yang biasa digunakan untuk mencari nahkah rusak dan hilang.

“Itu untuk lingkungan Air Panas, Kelurahan Kalianda. Belum lagi di lingkungan Kelapa Doyong dan Desa Maja sampai ke Pauh Tanjung Iman. Bisa lebih dari 100 kapal kemungkinannya,” imbuhnya.

Pasca musibah tsunami, lanjutnya, para nelayan yang kapalnya menjadi korban bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun, yang diperoleh tidak sebanding dengan pengeluaran sehari-hari pada bulan Ramadhan.

BACA :  7 Hari, 7 Kebakaran, 1 Korban Jiwa

“Yang mereka fikirkan ini bagaimana menghadapi hari raya yang semakin dekat. Penghasilan tetap mereka hilang karena belum memiliki kapal untuk melaut. Mudah-mudahan, pemerintah segera mengucurkan bantuan kapal mereka,” pungkasnya.

Diketahui, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) menyatakan soal pengadaan bantuan 628 kapal nelayan yang mengalami kerusakan pasca tsunami 22 Desember 2018 lalu belum ada kejelasan. Diinformasikan jika, hingga kini DKP Lamsel belum dapat kepastian dari Kementerian Kelautan RI soal bantuan yang sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo untuk memulihkan situasi pasca bencana. (idh)

BAGIKAN