Nelayan Rajabasa Berhenti Melaut

563

RAJABASA – Cuaca hujan yang sering mengguyur Kecamatan Rajabasa sepekan terakhir mempengaruhi kondisi perairan laut di wilayah setempat. Imbasnya sejumlah nelayan diwilayah Rajabasa meliburkan diri berlayar untuk mencari ikan dilaut.

 

Kondisi ini membuat kehidupan nelayan dikawasan pesisir laut Kecamatan Rajabasa ini tersendat. Pasalnya mereka terpaksa meliburkan diri dan lebih memilih memperbaiki perahunya.

 

Salah seorang nelayan Desa Waymuli Timur, Sahri (34) mengaku sudah dua hari tidak melaut. Menurutnya, air laut pasang yang disertai ombak yang cukup tinggi menjadi faktor utama para nelayan lebih memilih meliburkan diri ketimbang melakukan pelayaran.

BACA :  Emas 24 Karat Diprediksi Tembus Rp 700 Ribu per Gram

 

“Meski dipaksakan melaut, nelayan tidak akan memperoleh hasil maksimal. Makanya saya lebih memilih beristirahat dan memanfaatkan waktu libur untuk memperbaiki perahu dan jaring,” katanya saat ditemui Radar Lamsel dilokasi penambatan perahu di Desa Waimuli Timur, Selasa (24/4) kemarin.

 

Iwan (41), nelayan lainnya mengatakan saat kondisi seperti ini, mereka harus mencari jalan lain agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. “Sekarang paling mancing aja mas, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

 

Iwan mengakui sebagian besar masyarakat di pesisir Rajabasa menggantungkan nasibnya di laut dengan menangkap ikan sebagai kebutuhan sehari-hari. “Sekarang ya nganggur, kalau sudah begini melayan bisa mati kutu. Karena kami benar-benar tidak mempunyai penghasilan selain dari hasil laut,” katanya.

BACA :  BPPRD Kirim SKPD ke PT. HMA

 

Sahrul (24) nelayan lainnya mengatakan melaut pada kondisi hujan hanya akan membuang biaya operasional. Ditambah, hasil tangkapan kadang tidak sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan. “Melaut juga tidak dapat banyak. Paling tidak sekarang ini menjaring di tepi-tepi laut dangkal saja, karena ditengah sudah sulit,” katanya. (rnd)

BAGIKAN