Obat Malaria Ditiadakan dari Apotik

1698

KALIANDA – masyarakat saat ini tidak dapat lagi membeli obat malaria diapotik maupun toko obat. Karena saat ini, ketersediaan obat malaria hanya dapat ditemukan dipuskesmas.

Kepala UPT Puskesmas Kalianda Rosmeli, S.Km,M.Kes mem-benarkan jika obat malaria sulit ditemukan diapotik, karena obat tersebut sudah tidak dijual secara bebas. “Adanya cuma dipuskesmas,” kata Rosmeli.

Jika ada warga yang ingin mendapatkan obat malaria itu, yang bersangkutan harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Itu dilakukan agar mencegah penyalahgunaan obat. “Dulu pernah ada warga sakit malaria, terus beli obat malaria, ternyata dia bukan sakit malaria. Nah, hal-hal seperti ini yang kita antisipasi,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala PRI Penengahan Syaiful Anwar, S.Km. Syaiful mengatakan saat ini obat malaria memang tidak dijual secara umum. Obat malaria, kata Syaiful, hanya dijual dipuskesmas dan tempat khusus untuk wilayah yang endemis malaria. “Kecamatan Rajabasa, Bakauheni, Ketapang itu ada obatnya. Karena itu wilayah endemis,” kata Syaiful.

BACA :  Perputaran Uang di LSF Capai Rp 7 M

Syaiful melanjutkan, diwilayah endemis malaria seperti ditiga kecamatan itu pun tidak boleh sembarangan memberikan obat malaria kepada masyarakat. Sebab, pemberian obat malaria harus sesuai prosedur, yakni dengan melakukan pemeriksaan dan uji lab terlebih dahulu terhadap warga yang diduga mengidap malaria. Itu dilakukan untuk memastikan kebenaran penyakit malaria tersebut.

“Malaria itu ada empat, tertiana, quartana, tropika dan ovale, makanya tidak bisa memberi obat sembarangan, harus diperiksa dulu. Jika tidak, dikhawatirkan yang bersangkutan bukan terkena malaria tapi diberi obat buat malaria. Itu berbahaya, kita (puskesmas) juga sudah menyalahi prosedur,” katanya.

BACA :  Gerak Cepat Hendry Ambil Formulir Balonbup PAN

Syaiful menyarankan kepada masyarakat, jika ada kerabatnya yang terkena malaria, diharap melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dipuskesmas terdekat. “Jika positif (malaria), pihak puskesmas akan segera memberikan obatnya,” pungkasnya.

Salah seorang warga Kalianda, Junari (33) mengatakan mengalami kesulitan mencari obat tersebut. Jun mengaku sudah mencari diseluruh apotik yang ada di Kalianda, namun obat malaria hingga kini tidak ditemukan. “Saya sudah cari kemana-mana, tapi tidak ada,” keluh Jun kepada Radar Lamsel, kemarin.

Saat mencari obat malaria itu, lanjut Jun, dirinya menanyakan kepada pihak apotik kenapa obat tersebut sulit ditemukan. “Saya tanya kenapa, pihak apotik juga tidak tahu. Mereka jawab obat itu sudah 5 bulan terakhir ini tidak dijual di apotik,” terangnya. (rnd)

BAGIKAN