Oknum Kades Lima Hari tak Ngantor

896
Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Lamsel Supriyanto

Pemkab Prihatin Banyak Aparat Terlibat Narkoba

KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus keterlibatan Kepala Desa (Kades) dalam peredaran narkotika jenis sabu di Lamsel kepada aparat kepolisian.

Pemkab Lamsel siap mengambil langkah tegas apabila kades yang disebut-sebut terlibat, dengan memberhentikannya. “Saat ini kita tidak ingin gegabah. Biarkan polisi mengungkap  dan bekerja secara profesional,” ungkap Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Lamsel Supriyanto kepada Radar Lamsel kemarin.

Bagaimana roda pemerintahan desa bisa berjalan jika kades tidak berada di tempat? Supriyanto meminta kepada Camat Katibung untuk segera berkoordinasi dengan aparatur desa. Sehingga, pelayanan terhadap masyarakat bisa terus dijalankan seperti biasanya.

“Tidak ada kades, Sekdes bisa menjadi penggantinya. Kita tidak ingin persoalan ini sampai merugikan masyarakat yang ingin mengurus berbagai urusan pemerintahan. Kami harap Camat bisa segera memantau kondisi yang terjadi di desa dan menunjuk pelaksana tugas pengganti Kades,” ujar dia.

BACA :  Nanang Buka Gebyar PKH 2019

Pemkab Lamsel sendiri mengaku prihatin atas banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan aparatur pemerintahan. Baik ditingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

“Kita prihatin dengan kondisi ini. Tetapi, kita tidak bosan untuk saling mengingatkan kepada mereka,”ungkap Supriyanto kepada Radar Lamsel, kemarin.

Menurutnya, berbagai peristiwa yang telah menimpa beberapa oknum aparatur pemerintahan bisa dijadikan pelajaran bagi aparatur lainnya baik itu ASN ataupun aparatur desa. Agar, kedepannya tidak terjadi lagi permasalahan yang sama.

“Kita mulai dari pemimpin dulu. Jangan sampai justru dari kalangan pejabat yang terlibat dalam kasus narkoba ini. Sehingga, kita bisa memberikan contoh nyata bagi aparat di bawahnya,”imbuhnya.

Sementara itu usai penggerebekan oknum Kades itu tidak terlihat batang hidungnya hing saat ini. “Sudah hampir lima hari tidak ada aktivitas baik di kantor desa maupun di kediamannya,” ujar Murni (45) warga setempat.

BACA :  DPD PAN Buka Penjaringan Balonkada Lamsel

Kades yang masa jabatannya akan habis dua tahun mendatang itu menjadi target Satres Narkoba Polda Lampung usai dugaan keterlibatannya dalam peredaran narkoba jenis sabu. Pemerintah Kecamatan Katibung belum bisa menyimpulkan terkait kebenaran tersebut.

“Kecamatan dalam hal ini tidak bisa gegabah karena itu masih dugaan, sebab pihak Kepolisian masih mendalaminya,” ujar Camat Katibung Hendra jaya, kemarin.

Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian mengembangkan kasus penggerebekan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung, Jum’at (24/2).

Polisi menetapkan HR, (40) oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Katibung sebagai orang yang dicari (daftar pencarian orang/DPO) dalam kasus peredaran tersebut.

Penetapan DPO itu dilakukan setelah HR berhasil melarikan diri saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung tersebut. (idh/ver)

BAGIKAN