Palas dan Sragi Mulai Kena Dampak Kekeringan

453

PALAS – Musim kemarau yang sudah berlangsung sebulan lebih di Kabupaten Lampung Selatan berdampak pada sejumlah lahan pertanian di Lamsel khususnya Kecamatan Palas dan Sragi.

Dua kecamatan yang dikenal lumbung pangan bagi Lamsel ini mulai merasakan dampak kekeringan setelah sebulan lebih tidak diguyur hujan. Namun demikian, tidak 100 persen terdampak kekeringan karena petani di Kecamatan Palas dan Sragi masih tertolong dengan sumber air dari sungai Way Pisang dan sungai Sekampung.

Berdasarkan catatan Unit Pelaksana  Tenknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, seluas 150 hektar tanaman padi mengalami kekeringan. Sementara di Kecamatan Sragi terdapat dua desa yang mulai merasakan kekeringan yakni Desa Sumber Agung 15 hektar dan Desa Margajasa 35 hektar. Namun belum bisa dikatakan puso.

Kepala UPT Penyuluh Peratanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, tanaman padi yang mengalami kekeringan tersebut berada di Desa Bumi Daya.

BACA :  25.493 SPPT Pajak Didistribusikan ke Desa

“Dari perolehan data sementara seluas 150 hektar tanaman padi di Desa Bumi Daya dengan usia tanaman 15-30 hari mengalami kekeringan,”kata Agus Santosa kepada Radar Lamsel, Senin (20/8).

Meski begitu, Agus menerangkan, kekeringan lahan padi yang terjadi di Desa Bumi Daya masih termasuk dalam kekeringan ringan yang kemungkinan masih bisa diselamatkan.

“Namun luas lahan tersebut belum bisa dikatakan puso karena masih ada kemungkinan bisa selamat jika ada hujan selama dua pekan kedepan,”tuturnya.

Agus menerangkan, dari total 7.200 hektar lahan padi di Kecamatan Palas, 2.000 hektar yang terancam tidak bisa tanam pada musim gadu.

“Lahan yang tidak bisa tanam 2.000 hektar. Kemungkinan luas lahan tersebut bisa bertambah jika tidak terjadi hujan selam dua pekan kedepan. Begitu juga dengan tanaman padi yang sudah mengalami kekeringan,” ungkapnya.

BACA :  Depresi Mengidap Kelenjar Prostrad, Warga Pematangbaru Nekat Gantung Diri

Terpisah Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi Eka Saputra mengungkapkan, untuk diwilayah Kecamatan Sragi terdapat dua desa yang sudah mengalami kekeringan.

“Tanaman padi yang mengalami kekeringan baru terjadi di dua desa yaitu di Desa Sumber Agung 15 hektar dan Desa Margajasa 35 hektar, namun belum bisa dikatakan puso,”ungkapnya.

Hingga saat ini dari 2.960 hektar total luas lahan padi di Kecamata Sragi, seluas 1.700 hektar sudah ditanami. “Target kami semuanya bisa tanam, karena saat ini sebagian besar lahan padi masih memiliki sumber air. Dan dua desa yang mengalami kekeringan kemungkinan masih bisa diselamatkan,” imbuhnya. (Cw1)

BAGIKAN