Pantai Sikop Jadi Pusat Budidaya Terumbu Karang

19
Pelita for Radar Lamsel – Beginilah kondisi terumbung karang di dasar laut pantai Sikop yang rusak di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Foto dibidik Selasa (8/10/2019).

RAJABASA – Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, memang terkenal dengan pantainya. Banyak destinasi wisata pantai di desa ini yang memiliki potensi. Salah satunya pantai Sikop, yang berarti Cantik dalam bahasa Indonesia. Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Kunjir bersama LSM Peduli Wisata (Pelita) Lamsel bakal mengembangkan pantai Sikop menjadi daerah perlindungan laut (DPL).

Tak hanya itu, pantai Sikop juga bakal dijadikan lokasi budidaya terumbu karang. Pemerintah Desa Kunjir dan LSM Pelita mengambil langkah ini karena prihatin dengan kondisi dasar laut yang kian mengkhawatirkan. Tak dipungkiri, bencana tsunami tahun 2018 lalu menimbulkan kerusakan yang cukup hebat di bawah laut.

Tapi jangan dilupakan juga, kerusakan bawah laut juga disebabkan kelalaian manusia. Meski demikian, bukan berarti kerusakan tersebut tak bisa diperbaiki. Pemerintah Desa Kunjir dan LSM Pelita akan berusaha semaksimal mungkin memulihkan keadaan dasar laut dan sisi pantai Sikop.

Kepala Desa Kunjir, Rio Imanda, S.H.,M.H mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mengajak semua masyarakat desa agar terlibat dalam rencana pengembangan pantai Sikop. Rio mengaku mengajak LSM Pelita sebagai rekan kerja untuk mengembangkan pantai itu agar bisa menjadi DPL.

BACA :  DPPA Sampaikan Kebutuhan TBK dengan Stakeholder

Insyaallah, kita kerjakan dalam waktu dekat. Saya sudah berbicara dengan Bang Yodis (Ketua LSM Pelita), semoga rencananya sukses,” kata Rio kepada Radar Lamsel, Selasa (8/10/2019).

Ketua LSM Pelita, Yodistara Nugraha, mengatakan pemilihan pantai Sikop yang akan dijadikan DPL merupakan keputusan yang tepat karena bisa diakses dengan mudah, dan dekat dengan pemukiman warga. Jadi, lanjut Yodis, warga tidak akan mengalami kesulitan ketika memonitoring dan merawat secara berkala.

BACA :  Mahir Bahasa Asing, PR Pemandu Wisata

“Harapan kita ke depannya, pusat budidaya terumbu karang di Desa Kunjir ini akan mampu memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Bila memungkinkan, kelak pantai ini bisa menyuplai kebutuhan bibit terumbu karang di daerah lain. Sekaligus menjadi destinasi wisata bahari yang berwawasan lingkungan,” katanya.

Yodis mengatakan tidak ada pihak desa yang keberatan dengan rencana tersebut. Semua elemen masyarakat di Desa Kunjir sangat mendukung dan siap mengeluarkan tenaga agar pengembangan pantai Sikop terealisasi.

“Kita sudah koordinasi dengan aparatur desa, dan Karang Taruna, mereka setuju. Untuk segi pendanaan, sementara ini dilakukan secara swadaya. Semoga kedepannya ada perhatian dari pemerintah daerah atau pusat, dan tidak menutup kemungkinan pihak swasta juga ikut berperan dalam kegiatan ini,” katanya. (rnd)

BAGIKAN