Pantau Proyek Jogging Track Sidomulyo

660
Dok. Radar Lamsel – Bupati Lamsel Dr. H. Zainuddin Hasan M. Hum meninjau proyek jogging track di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo, Rabu (21/12) kemarin.

Zainudin akan Panggil PT. Dini Ayu Mandiri

SIDOMULYO – Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainddin Hasan, M. Hum akan memanggil pihak PT. Dini Ayu Mandiri yang menjadi penanggungjawab proyek jogging track di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo.

Pemanggilan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat ini mengejutkan warga Sidomulyo dengan aksinya meninjau langsung pengerjaan proyek yang menelan dana Rp. 979.210.000,-.

Saat tiba dilokasi, adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu langsung menuju tumpukan paving block yang dilihatnya. Saat dilihat dan disentuh paving block tersebut dihentakannya paving block pun pecah.

BACA :  Verifikasi Berkas CPNS Dipublish Desember

“Lihat dong, kualitasnya saja sudah seperti ini baru disentakan sekali sudah patah dan hancur. Ini membuktikan penanggungjawab tidak benar-benar memperhatikan kualitas,” ujarnya kepada Radar Lamsel, Rabu (21/12) siang kemarin.

Zainuddin yang berlatar belakang pengusaha tentunya mengetahui bahan dan mengerti mana bahan bangunan yang bagus dan kurang bagus.

“Ini kan bohong-bohongan, atasnya dipoles menggunakan sement tapi didalamnya tanah semua bukan pasir lagi. Nanti akan kami panggil penanggungjawabnya,” tegasnya.

Melihat kondisi tersebut Zainudin menegaskana kepada penanggungjawab proyek agar fokus pada kualitas dan suara masyarakat banyak. Sebab, kata dia, masyarakat tentunya berharap kualitas bangunan yang tahan lama.

BACA :  Intji: Deposito di BPD Arahan KPK

“Nanti kami panggil PU nya, penanggungjawabnya juga. Kita lihat spek nya apakah sesuai dengan anggaran yang digelontorkan atau tidak. Jika tidak sesuai akan kami blacklis,” ungkapnya.

Lebih lanjut pria yang identik dengan kopiah hitamnya itu mengharapkan semua element harus kritis menyikapi persoalan semacam ini. Jika dinilai tak sesuai langsung melapor jangan dibiarkan.

“Masyarakat sebagai pengguna fasilitas tentunya harus kritis. Begitu juga wartawan kritis dengan masalah semacam ini agar Pemkab bisa langsung ambil tindakan,” tandasnya. (ver)

BAGIKAN