Pasokan Ikan Teri Tetap Normal

55

KALIANDA – Sejak sepekan terakhir cuaca angin kencang melanda wilayah perairan laut Kalianda dan sekitarnya. Meski kondisi laut sedang tidak bersahabat, namun para nelayan bagan congkel yang bersandar di dermaga bom Kalianda tetap menjalankan rutinitas penangkapan ikan .

Amin (45), salah seorang nelayan bagan congkel mengatakan, cuaca angin kencang yang melanda wilayah laut Kalianda beberapa hari belakangan ini tak menjadi penghalang bagi ia dan kawan-kawan seprofesinya untuk tetap melakukan penangkapan ikan di laut.

“Tetap melaut bang walau anginnya kencang. Yang penting menjaga kewaspadaan saja selama dilaut. Ya kalau bicara soal hasil tangkapan pastinya bedalah, kalau cuaca anginnya sedang tenang bisa lah dalam semalam mendapatkan 10 sampai 15 bakul ikan teri. Tapi kalau anginya sedang kecang paling hanya 3 sampai 6 bakul,” ujar Amin, nelayan congkel asal Teluk Betung, Bandar Lampung yang biasa sandar di Dermaga Bom Kalianda ini, saat ditemui Radar Lamsel di dermaga bom Kalianda, Minggu (9/9) kemarin.

Diungkapkannya, jika cuaca angin laut sedang tidak bersahabat banyak nelayan yang memilih untuk beristirahat melaut dalam beberapa hari sampai cuaca kembali normal. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh dirinya, dikarenakan Ia harus tetap memenuhi permintaan pelanggannya. “Bukannya tidak mau istirahat, takut pelanggan pada kabur kalau kami tidak melaut. Ya paling yang libur itu nelayan-nelayan lokal yang biasa mencari ikan menggunakan congkel mini. Kalau kami liburnya saat terang bulan saja, sekalian bagi hasil dengan bos,” ungkapnya.

Senada dikatakan Hambali (50), nelayan bagan congkel lainnya ini menuturkan, ia bersama anak buahnya tetap melakukan penangkapan ikan meski kondisi di laut sedang terjadi angin kencang dan gelombang pasang. “Aktifitas ngebagan tetap kami lakukan walau kondisi angin sedang kencang. Yang penting melautnya nggak terlalu jauh, paling hanya sekitar pinggiran laut Kaliand saja. Tapi kalau angin dan gelombangnya tenang, aktifitas penangkapan ikan kami lakuan hingga ke wilayah pulau sebesi dan krakatau,” katanya.

Sementara itu, Misri (60), pemilik usaha perebusan ikan teri di Kalianda ini mengaku, hingga kini produksi ikan teri kering ditempatnya masih dalam kondisi normal, meski cuaca angin laut sedang kencang. “Cuaca angin kencang tidak mempengaruhi produksi ikan teri kering ditempat kami. Karena, setiap harinya nelayan langganan kami tetap melakukan pengiriman ikan teri hasil tangkapannya, meski jumlahnya tidak sebanyak saat cuaca laut sedang bagus,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN