PDAM Pasang Kuda-kuda Hadapi Kekeringan

253

KALIANDA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan mulai kewalahan menghadapi kemarau berkepanjangan.

Selain melayani ribuan pelanggan, PDAM juga mulai safety untuk wilayah yang mendesak kebutuhan air bersih. Namun hingga memasuki minggu pertama di bulan Agustus belum ada laporan untuk menerjunkan armada ke desa yang defisit air bersih.

Kepala Bagian (Kabag) Teknik PDAM Tirtajasa Lamsel Yulianto mengakui bahwa musim kemarau kali ini pihaknya sudah melakukan ntisipasi, meski dibeberapa sumber air PDAM juga defisit air bersih.

“ Beberapa sumber penampungan PDAM juga mengalami defisit. Tetapi kalau untuk wilayah yang masuk kategori defisit air bersih, kami sudah menyiapkan stok produksi bila sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Yulianto kepada Radar Lamsel di PDAM Tirtajasa Lamsel.

Dijelaskannya, bentuk antisipasi salah satunya menyiapkan dua unit pompa dan menambah sumber air di Way Kandalan, Desa Canti. Sebab sumber air yang berada disekitar Way Belerang tengah defisit.

“ Kalau kemarau operasi sampai 24 jam. Biasanya ketika operasi digenjot kemungkinan kerusakan pompa bisa terjadi. Maka selain menambah pompa kami juga menambah bendung air di daerah Desa Canti,” ungkapnya.

Khusus wilayah Kalianda dan sekitarnya, Yulianto mengatakan, sekitar 2.900 pelanggan PDAM yang mesti dilayani. Pelanggan sebanyak itu mengharuskan perusahaan daerah Pemkab itu memproduksi 55 ribu kubik per bulan.

“ Sebetulnya secara data memang 55 ribu itu produksi normalnya, tetapi kita juga mesti memperhitungkan kebocoran dan kendala yang menyebabkan defisit,” ungkapnya.

Masih kata Yulianto, khusus wilayah Bakauheni disana kerap mengalami defisit dari 25 liter menjadi 8 liter saja per jam nya. Antisipasinya, kata dia, diwilayah tersebut bakal diibuatkan sumur bor seperti di Kecamatan Sidomulyo. “ Debit menurun ada dua faktor, kalau bukan dampak kekeringan tentu ada trable pada teknisnya,” ucapnya.

Yulianto kembali menegaskan, apabila disatu wilayah terjadi kekeringan yang sifatnya mendesak maka dapat segera melapor ke pihaknya. “Kami sudah menyiapkan dua tanki untuk emergency. Kami mengakui pelayanan belum maksimal dan memuaskan tetapi evaluasi tetap kami lakukan,” terangnya.

Pantauan Radar Lamsel, dari 17 kecamatan di Lamsel indikasi kekeringan air bersih baru terendus di Kecamatan Way Sulan. Di Desa Purwodadi sedikitnya 500-an keluarga mulai kesulitan air bersih.

Kepala Desa Purwodadi Sumarsono mengamini bahwa puncak kemarau benar-benar dirasakan tahun ini. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya defisit air tidak menyeluruh. “ Kali ini hampir 500an KK kekurangan air, warga biasanya ngantri dipagi hari ditempat umum yang punya stok air bersih,” kata Sumarsono kepada Radar Lamsel.(ver)

BAGIKAN