Pelaku IR Manfaatkan Lahan Pelabuhan Canti untuk Berjualan

830
Randi Pratama – Lahan disekitar Pelabuhan Canti dimanfaatkan pelaku Industri Rumahan dengan membuat gubuk untuk berjualan, foto kemarin.

RAJABASA – Pelaku Industri Rumahan (IR) di Desa Canti memanfaatkan lahan kosong disekitar Pelabuhan Canti dengan membangun gubuk dari bambu yang digunakan untuk berdagang.

Pantauan Radar Lamsel, para pelaku Industri Rumahan itu telah membuat 4 gubuk yang sudah dipakai untuk berdagang. Sedangkan beberapa gubuk lainnya masih dalam proses pembuatan.

Kepala Desa Canti Jahidin mengatakan, demi menjajakan dagangannya gubuk yang ksudah selesai dibangun itu dipakai para pelaku Industri Rumahan untuk menjual kelapa muda, bakso dan jenis makanan lainnya.

Gubuk tersebut dibuat oleh warga desa setempat. Dia mengaku, para pedagang yang berjualan disekitar Pelabuhan Canti itu merupakan para pelaku Industri Rumahan (IR) di Desa Canti.

BACA :  Pegang ‘Janji’ PDAM Benahi Keluhan Pelanggan

“Para pelaku Industri Rumahan saat ini sedang merintis usahanya, jadi mereka ingin memanfaatkan lahan itu sebagai sarana memperluas penjualan,” kata Jahidin kepada Radar Lamsel, kemarin.

Menurutnya, tanah yang dipakai para pelaku Industri Rumahan berjualan itu merupakan tempat yang sangat tepat. Karena, kata dia, pada waktu sore hari banyak warga di Kecamatan Rajabasa yang berkunjung ke Pelabuhan Canti.

“Disitu kawasannya cukup strategis, karen pada waktu sore hari tempat itu sering menjadi spot favorite untuk tempat nongkrong warga. Yang penting para pedagang bisa menjaga keamanan dan kebersihan,” katanya.

Dia mengharapkan, para pelaku IR yang memanfaatkan lahan kosong itu bisa mengemas usahanya dengan sebaik mungkin. Sehingga, Industri Rumahan yang saat ini masih dirintis bisa berkembang dan memperluas jaringan usahanya.

BACA :  Pengurus SMSI Lamsel Dilantik

“Kami berharap pelaku Industri Rumahan itu bisa mengalami perkembangan. Bila usahanya sudah berkembang dengan pesat, pelaku Inustri Rumahan nantinya akan dibantu pengelolaannya di BUMDes,” pungkasnya.

Yanto (41) salah satu pelaku IR mengatakan, walaupun belum lama berjualan ditempat itu, dirinya mengaku optimis dengan lokasi baru yang diyakini sebagai tempat persinggahan masyarakat pada waktu sore hari.

“Disini kalau sore ramai orang mas. Ya mudah-mudahan saja usaha kami bisa cepat berkembang dengan ditempat baru ini,” harapnya. (rnd)

BAGIKAN