Pelayanan Publik Harus Jadi Prioritas

683
Nyoman Subagio - Asisten Senior Ombudsman RI Perwakilan Lampung Ahmad Saleh David Faranto, SH, MH didampingi Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Sugeng Purwono bersama unsur pimpinan instansi terkait di pelabuhan Bakauheni menggelar rapat bersama soal persiapan pelayanan publik angkutan lebaran tahun ini.

Ombudsman Pantau Persiapan Arus Mudik di Bakauheni

BAKAUHENI – Berbagai persiapan mulai dilakukan menjelang angkutan lebaran tahun ini. Seluruh dinas instansi terkait yang terlibat dalam mensukseskan hajat tahunan ini mulai membahas berbagai persiapan yang dibutuhkan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan Bakauheni-Merak.

Untuk mengetahui persiapan angkutan lebaran di pelabuhan penyeberangan Bakauheni-Merak agar tercipta pelayanan publik yang baik, Ombudsman RI Perwakilan Lampung berkoordinasi dengan instansi terkait di pelabuhan Bakauheni, Rabu (7/6) kemarin.

Asisten Senior Ombudsman RI Perwakilan Lampung Ahmad Saleh David Faranto, SH, MH mengatakan, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni bersama instansi terkait yang memberikan dan membuka pelayanan publik angkutan lebaran tahun ini memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatpada arus mudik nanti.

Lembaga yang menangani laporan masyarakat terkait pelayanan publik ini meminta kepada dinas instansi terkait yang memberikan pelayanan publik pada angkutan lebaran nanti untuk mempersiapan berbagai kebutuhan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ombudsman juga menyoroti soal pelayanan penumpang diatas kapal baik selama angkutan lebaran nanti dan pelayanan reguler setiap harinya. Bahkan lembaga ini memberikan saran kepada perusahaan penyedia angkutan kapal agar memperbaiki fasilitas pelayanan diatas kapal.

“Salah satunya membuat SOP (Standar Operasional Pelayanan) penanganan kecelakaan diatas kapal bagi korban sesuai standar. Safety diatas kapal, menyakut keselamatan penumpang diatas kapal. Perbaiki fasilitas kapal yang sudah rusak agar keselamatan penumpang terjamin,” kata David Faranto pada pertemuan di kantor PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni, kemarin.

BACA :  Saldo Rp 30 Jutaan, Kasilah Boyong Avanza Baru

Dia mengingatkan, peristiwa kecelakaan penumpang diatas kapal yang menimpa korban Oki Primayudi pada 15 Oktober 2016 lalu diatas kapal Windu Karsa tidak terulang lagi. “Korban melaporkan soal pelayanan diatas kapal yang menimpa diri korban. Dimana saat itu korban mengalami kecelakaan jari tangan korban terjepit pintu diatas kapal hingga terpaksa jari tengah korban di amputasi. Ini menjadi pelajaran buat kita semua selaku penyedia layanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai pelabuhan terpadat di Indonesia, persiapan pelayanan penyeberangan harus benar-benar matang dan maksimal. Ombudsman menyoroti soal program PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni yang membuka layanan penjualan tiket kapal secara online.

Menurut David Faranto, langkah itu cukup baik untuk mengatasi penumpukan penumpang saat membeli tiket kapal di pelabuhan Bakauheni. Namun sayang, langkah itu menurutnya, masih kurang pas untuk penumpang pada angkutan lebaran nanti.

“Tidak semua masyarakat mengetahui cara membuka web site pembelian tiket secara online. Saya sarankan penjualan tiket bekerjasama dengan minimarket seperti Alfamart, Indomart dan kantor pos yang berada disepanjang jalan lintas sumatera. Jadi masyarakat yang akan menyeberang bisa memesan dan membeli tiket kapal di loket-loket kerjasama itu,” paparnya.

BACA :  Kasus Turhamun Coreng Pengawasan DD

Sementara itu, Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Sugeng Purwono mengungkapkan, tahun ini PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni kembali membuka loket penjualan tiket kapal diluar pelabuhan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang dalam pelabuhan.

Selain itu, perusahaan BUMN ini juga memberikan terobosan baru terkait penjualan tiket kapal yakni menjual tiket secara online melalui website resmi ASDP. “Seperti tahun lalu, kami membuka loket tiket di luar pelabuhan untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang dalam pelabuhan. Penjualan tiket secara online sudah di louncing pada 1 Juni lalu dan tiket bisa digunakan mulai tanggal 19 Juni mendatang atau sekitar H-7 angkutan lebaran,” kata Sugeng.

Terkait pelayanan penumpang diatas kapal, Sugeng Purwono yang sebelumnya bertugas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini terus berkoordinasi dengan perusahaan kapal yang ada di pelabuhan Bakauheni agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang selama diatas kapal.

“Kapal-kapal yang akan melayani penumpang pada arus mudik angkutan lebaran tahun ini sudah dilakukan perbaikan dan uji petik untuk mengetahui kesiapan armada kapal itu. Keselamatan penumpang diatas ada nomor satu. Kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa,” pungkasnya. (man)

BAGIKAN