Pelita Bakal Dapat Bantuan CSR dari PT. Pelindo II

603

KALIANDA – Komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung Selatan terus berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak demi mengembangkan destinasi wisata di kabupaten ini.

Terbaru, komunitas yang bergerak di bidang pariwisata ini meminta bantuan PT. Pelindo (Pelabuhan Indonesia) II Cabang Panjang. Hasilnya, pihak PT. Pelindo II Cabang Panjang siap membantu kebutuhan yang diperlukan untuk mengembangkan destinasi wisata.

Ketua Pelita Lamsel Yodistara Nugraha mengatakan, kesiapan perusahaan penyeberangan itu mensupport kegiatan Pelita terjadi setelah pertemuan kedua belah pihak. Pelita diwakili oleh Yodis, dan PT. Pelindo II Cabang Panjang diwakili oleh Drajat Sulistiyo, General Manager perusahaan plat merah itu.

BACA :  Izin Mendagri Muluskan Pelantikan

Menurut Yodis, dalam pertemuan itu, Pelita memaparkan tentang kegiatan sebagai penggiat pariwisata sekaligus mempresentasikan objek-objek wisata yang masih terbuka untuk investasi. Menurut Yodis, penjelasan tersebut disambut baik oleh Drajat Sulistiyo.

“Apa yang kami (Pelita) sampaikan mendapat sambutan hangat dan memacu semangat kami yang hadir di pertemuan itu. Bahkan beliau mengatakan bahwa Pelindo II siap bermitra dan mendukung kegiatan ini melalui program CSR,” kata Yodis kepada Radar Lamsel, Kamis (19/7) kemarin.

Yodis melanjutkan, dalam pertemuan itu, Pelita secara khusus mengajukan permintaan kapal/perahu yang akan digunakan membersihkan sampah laut dan melestarikan terumbu karang.

BACA :  Tambah Ilmu, Damkar Tuba Kunjungi Damkar Lamsel

“Tapi belum ada kesepakatan, karena kami juga belum menyerahkan proposal secara resmi. Terlepas dari itu beliau merencanakan aksi bersih-bersih laut dalam waktu dekat ini,” katanya.

Permintaan kapal atau perahu laut tersebut, lanjut Yodis, sangat diperlukan oleh Pelita. Mengingat dalam menunjang kegiatan selama ini, Pelita hanya mengandalkan pinjaman perahu dari nelayan.

“Supaya kami bisa bergerak lebih leluasa, dan bisa mengatur jadwal kebersihan. Selama ini kami sulit melakukannya, karena dalam menunjang kegiatan hanya mengandalakan pinjaman perahu dari nelayan,” katanya. (rnd)

BAGIKAN