Pemda Bantu Korban Meninggal Akibat DBD

581
DIMAS - Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan yang diwaliki oleh Kadiskes Kabupaten Lamsel dr. Jimmy Hutapea, MARS bersama Camat Tanjungbintang Drs. Alamsyah saat memberikan bantuan kepada keluarga yang anaknya meninggal akibat DBD di Desa Sabahbalau, Sabtu (26/11).

TANJUNGBINTANG – Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan, M.Hum melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan memberikan bantuan kepada dua keluarga yang anaknya meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD), di Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjungbintang, Sabtu (26/11).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dr. Jimmy Hutapea, MARS mengatakan, tujuan datang ke Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjungbintang sehubungan ada laporan dari Kepala UPT Puskesmas setempat dan Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan yang melaporkan ada masyarakat yang terkena penyakit DBD hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.
“Tentunya saya langsung perintahkan kepada Kepala UPT PRI Tanjungbintang supaya teman-teman PRI Tanjungbintang segera turun ke lokasi untuk melakukan kegiatan pencegahan dan pengobatan kepada masyarakat yang terkena suspect DBD maupun yang positif DBD,” katanya kepada Radar Lamsel.
Jadi, lanjut Jimmy, dilakukan penyuluhan, fogging atau pengasapan, pemberian bubuk abate dan pemberian obat gratis kepada masyarakat yang terkena DBD. “Sekaligus saya kesini dalam rangka menyampaikan ucapan turut berduka cita atau berbelasungkawa dan menyampaikan bantuan dari pak Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan kepada kedua keluarga yang anaknya meninggal karena DBD,” jelas dia.
Sementara, laporan yang diterimanya sampai saat ini ada yang dirawat inap ada lima orang yang sedang dipantau di rumah sakit maupun di PRI, kemudian ada yang berobat jalan sebanyak 14 orang yang sudah diobati dan tidak perlu rawat inap cukup dengan berobat jalan.
“Jadi saya perintahkan kepada kepala puskes setempat supaya mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan pencegahan pengendalian penyakit DBD di Desa Sabahbalau ini baik itu penyuluhan, fogging dan tentu meningkatkan surveilans,” terang Jimmy.
Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat salah satu kegiatan pemberantasan sarang nyamuk itu dengan mengubur, menutup, menguras plus abate (3M plus) dan memutus mata rantai sarang nyamuk aedes aegypti melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Fogging saja tidak cukup karena yang diberantas hanya nyamuk dewasa dan jentiknya tidak mati sehingga jentiknya nanti akan berkembang biak lagi selama tiga hari menjadi nyamuk dewasa. Jadi masyarakat kita minta partisipasinya untuk ikut bergotong royong membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan melalui PSN,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Tanjungbintang Drs. Alamsyah mengatakan, kemarin diadakan fogging di Desa Sabahbalau dalam rangka mengatasi wabah demam berdarah tapi yang pasti kalau fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa tidak membunuh jentik atau telurnya jadi tidak memutus mata rantai.
“Sehingga kami berharap dan mengimbau kepada masyarakat untuk aktif melakukan PSN melalui gerakan 3M plus. Kalau masyarakat tidak pro aktif untuk PSN atau memotong mata rantai itu, tentu itu yang akan kita khawatirkan. Tapi saya yakin saya sudah himbau melalui kepala desa maupun perangkat yang lain agar mengajak masyarakat untuk melakukan PSN paling tidak melalui gerakan 3M plus,” tandas dia.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Lamsel, DBD telah merenggut dua bocah malang yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu bernama M. Alfarizi dan M. Iqbal. Satu dari bocah tersebut meski sudah mendapat perawatan intensif di rumah sakit namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kemudian, penderita ada yang dirawat inap sebanyak lima orang dan sedang dipantau di rumah sakit maupun di PRI, kemudian ada yang berobat jalan sebanyak 14 orang dan sudah diobati sehingga tidak perlu rawat inap cukup dengan berobat jalan saja. Sampai hari ini sudah tercatat 21 warga Desa Sabahbalau menderita DBD.
Sayangnya, saat wartawan koran ini ingin menggali lebih jauh perihal wabah DBD yang terjadi di kecamatan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungbintang Heri Purnomo, S.K.M menolak untuk diwawancarai. “Udah gak usah mas, cukup Pak Camat sama Pak Kadis saja,” cetusnya. (dms)

BACA :  Mundur Bukan Berarti Tunggakan Lunas!
BAGIKAN