Pemeliharaan Tanggul Diminta tak Merubah Skema

436

CANDIPURO – Pemeliharaan tanggul penangkis di Kecamatan Candipuro oleh Balai Besar Way Sekampung (BBWS) diharap tidak merubah skema tanggul yang sudah ada.

Sebab apabila pemeliharaan itu tak sesuai dengan perencanaan maka 5.603 hektar sawah diwilayah tersebut beresiko terendam banjir.

Camat Candipuro Wasidi SE., mengatakan saat ini pengerjaan tanggul penangkis yang memisahkan Lamsel dan Lamtim itu tengah dirampungkan.

“Karena ini pemeliharaan jangka panjang, maka waktu yang diperlukan minimal dua tahun. Saat ini baru berjalan kurang lebih enam bulan pengerjaannya,” kata dia kepada Radar Lamsel, di lokasi tanggul Desa Sinar Pasemah Kecamatan Candipuro, Rabu (17/1) kemarin.

Monitoring yang dilakukan kata dia, tak terlepas dari kondisi cuaca buruk yang tengah melanda sebagian besar wilayah Lamsel. Selain memastikan kondisi aman, tentunya kata dia, melihat sejauh mana perkembangan tanggul yang jadi langganan banjir tatkala musim hujan tiba.

BACA :  Kans Menjadi Wabup? Hipni Normatif

“Kalau resiko banjir tetap bisa terjadi sewaktu-waktu, namun melihat kondisi sungai Way Katibung yang saat ini kering. Otomatis kecil kemungkinan akan terjadi banjir,” ujar mantan Sekcam Sidomulyo ini.

Kepala Desa Sinar Pasemah Puji Porwantoro membenarkan jika lokasi tanggul yang melintas didesanya itu kini mulai dibenahi oleh BBWS untuk pemeliharaan jangka panjang selama dua tahun. Namun, pemeliharaan harus menyeluruh tanpa mengubah skema tanggul yang ada di desa tersebut.

“Jangan sampai merubah skema tanggul yang sudah ada, jika ada perubahan terhadap siring penampung dibibir tanggul, otomatis merugikan masyarakat sekitar,” kata dia.

BACA :  Kasus Turhamun Coreng Pengawasan DD

Terpisah Kepala UPT DPTPH Candipuro Legiyem memastikan seluas 5.603 hektar areal persawahan di Candipuro aman dari ancaman kekeringan. Sebab dari jauh hari kata dia petani sudah berinisiatif menyediakan dum-dum air sebagai antisipasi.

“Kalau resiko kekeringan alhamdulillah tidak terjadi, tetapi memang dari 5.603 hektar masih ada 1.500 hektar lahan yang belum ditanami lantaran terlambat masa panen,” sebutnya.

Masih kata Legiyem, kondisi lahan persawahan di Candipuro saat ini mulai berkurang. Pasalnya 14 hektar lahan persawahan diwilayah tersebut digusur oleh proyek JTTS. “Kalau ditanya luas lahan, untuk tahun ini sudah berkurang 14 hektar, tadinya luas lahan di Candipuro mencapai 5.617 hektar secara keseluruhan,” tandasnya. (ver)

BAGIKAN