Pemerintah Pusat Bangun 3 Pasar Rakyat di Pesawaran

155
Foto Idrus - Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan RI Sihard Hadjjopan Pohan didampingi Kepala Disperindag Pesawaran Sam Herman saat mengunjungi Pasar Rakyat di Desa Gerning pada Sabtu pekan lalu.
TEGINENENG – Dari target 5.000 unit pasar yang dicanangkan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebanyak 4.211 unit pasar rakyat telah dibangun. Hal itu dikatakan Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan RI Sihard Hadjjopan Pohan saat mengunjungi Pasar Rakyat di Desa Gerning pada Sabtu pekan lalu.
 
“Nawacitanya beliau (Presiden, Red) akan membangun 5000 pasar rakyat di seluruh Indonesia dalam satu periode. Nah, saat ini sebanyak 4211 unit pasar rakyat yang telah dibangun. Baik melalui Dana Alokasi Khusus maupun Tugas Pembantuan (TP),” ungkap Sihard Hadjjopan Pohan.
 
 
Dikatakan, target pembangunan pasar diharapkan 2019 tidak hanya 5000 unit, tetapi melebih dari yang ditargetkan. Dimana untuk di Kabupaten Pesawaran sendiri, Kementerian perdagangan sudah membangun pasar rakyat melalui TP sebanyak 3 unit yakni pasar rakyat Sukaraja Desa Gerning, pasar rakyat Desa Batanghari Ogan Kecamatan Tegineneng pada 2018 dan pasar rakyat Desa Roworejo Kecamaan Negerikaton pada 2017.
 
“Yang tadinya pasar ini model lama, dengan model baru ini diharapkan pasarannya tadinya hanya dua hari tapi bisa beroperasional setiap hari,” harapnya.
 
Selain harus memiliki lahan, lanjut Pohan, syarat lainnya yang harus dipenuhi suatu daerah untuk mengajukan usulan pembangunan pasar yakni  embrio pasarnya atau konsumen yang berbelanja di pasar tersebut.
 
“Selain ketersedian lahan, harus dilihat juga embrio pasarnya,” pungkasnya.
 
Sementara Kepala Disperindag Pesawaran Sam Herman menambahkan, sejumlah sarana prasarana pendukung yang akan dilengkapi di Pasar Gerning Kecamatan Tegineneng akan diusulkan melalui APBD Perubahan TA 2019 yakni Pos ukur, pos keamanan, sumur bor dan listrik. 
 
“Sejumlah fasilitas pendukung tersebut memang tidak ada dikontrak. Sehingga akan kita usulkan di perubahan tahun ini,” jelasnya.
 
Dikatakan, selain mengusulkan sarana pendukung, pihaknya juga kembali mengusulkan pembangunan los untuk mengcover pedagang dibagian belakang pasar Gerning yang saat ini masih berjualan di los yang dibuat secara swadaya.
 
“Untuk pedagang dibagian belakang pasar ini cukup banyak. Dan tadi sudah kita usulkan ke pak Direktur (Pohan, Red) dengan pembangunan pasar type D melalui Tugas Pembantuan (TP) juga. Mudah-mudahan diakomodasi oleh pemerintah pusat,” tutupnya. (Rus)
BAGIKAN