Pemkab Ancam Portal Gerbang PT. PAY

0

Camat Katibung Kerahkan Tim Pengawas

KALIANDA – Kabar beroperasinya PT. Fendi Karya Bersama (FKB) pasca penutupan yang dilakukan jajaran Pemkab Lampung Selatan sepertinya menjadi tamparan keras bagi pemerintah kabupaten (Pemkab).

Agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi diperusahaan lain yang melanggar aturan, jajaran Pemkab Lamsel me-warning PT. PAY yang beroperasi dibidang ready mix beton di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung yang baru saja ditutup untuk tidak ‘main-main’.

Jika masih juga bermain-main, Pemkab Lamsel mengancam akan membangun portal di pintu masuk PT. PAY jika perusahaan itu tetap beraktifitas.

Hal ini ditegaskan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lamsel Ir. Mulyadi Saleh kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (16/7) kemarin.

“Kalau PT. PAY nekat atau bandel dan masih melakukan aktifitas pasca penutupan paksa, maka pemerintah akan memasang portal di pintu masuk perusahaan tersebut,”tegas Mulyadi.

Dia mengatakan, peringatan keras tersebut bukan sekedar ancaman atau untuk menakut-nakuti pihak perusahaan. Namun, hal itu dilakukan agar tidak ada lagi perusahaan yang bandel dan tidak taat aturan.

“Kami selalu ingatkan, kita tidak alergi dengan investasi. Tapi, semua pengusaha harus tahu aturannya. Jangan asal beroperasi tanpa ada izin yang sah dari pemerintah kabupaten. Kalau seperti itu, artinya mereka tidak menganggap pemerintah ini ada,”kata dia.

Pihaknya juga bakal memantau perkembangan di PT. PAY pasca penutupan melalui jajaran di kecamatan. Hal itu dilakukan untuk memastikan perusahaan tersebut patuh terhadap aturan.

“Sama halnya dengan PT. FKB yang hingga saat ini terus kita pantau. Di PT. PAY juga akan kita awasi terus. Supaya, mereka segera mengurus izin sesuai dengan aturan yang berlaku,”pungkasnya.

Dibagian lain, Pemerintah Kecamatan Katibung tak mau kecolongan dengan aksi kucing-kucingan PT. PAY (Purna Arena Yudha). Mereka akan menyiapkan tim pemantau untuk mengawasi perusahaan yang berada di Desa RangaiTriTunggal, Kecamtan Katibung itu.

Camat Katibung Hendra Jaya, S.Sos mengatakan, tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Katibung bakal dikerahkan dan bekerjasama dengan pemerintah desa untuk mengawasi aktivitas perusahaan ready mix beton yang ditutup Kamis (13/7) lalu lantaran tidak bisa menunjukan dokumen perizinan.

“Sudah kami siapkan tim pemantau. Ini bertujuan agar perusahaan yang tengah ditutup tidak melakukan produksi, apalagi kucing-kucingan dengan pemerintah,” kata Hendra kepada Radar Lamsel, Minggu (16/7) kemarin.

Dilanjutkan, penutupan paksa yang dilakukan jajarannya terhadap perusahaan ready mix beton itu karena dianggap membandel. Sebab sudah dua kali dilayangkan teguran bahkan, didatangi langsung oleh tim kecamatan.

“Ya, mereka (perusahaan, red) nggak punya itikad baik untuk segera mengurus perizinan. Justru tetap produksi dengan alasan tidak untuk dijual,” ungkapnya.

Mantan Camat Way Sulan ini berharap tim yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan bekerja secara maksimal. Tujuannya jelas sambung Hendra, memberikan efek jera bagi pengusaha yang tak patuh pada aturan Pemkab.

“Sudah ada contoh perusahaan yang di black list karena main-main, PT. Way Lunik misalnya, yang sudah kami black list karena sembunyi-sembunyi dan nekad beroperasi saat ditutup sementara,” bebernya.

Hal senada dikatakan Kasi Trantib Kecamatan Katibung, Ricky Saputra menjelaskan jika tidak dibentuk tim pemantau, perusahaan kerap membandel. Itu lantaran secara matematis perusahaan yang ditutup cukup merugi. “Ya, kalau nggak dipantau perusahaan pasti beroperasi,” bebernya.

Dibagian lain, Kepala Desa Rangai Tri Tunggal Sofyan, mengaku siap memantau aktifitas perusahaan yang berada ditepian Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu. “Kami siap melakukan pantauan,” ujarnya.

Dikatakan Sofyan, hingga Minggu (16/7) tidak terilahat keluar masuk kendaraan menuju PT. PAY, pintu gerbang perusahaan pun ditutup dan masih terlihat jelas benner terpampang penanda bahwa tak boleh ada aktifitas. “Masih kami pantau terus, kalau pun ada aktifitas kami segera laporkan biar diproses lebih lanjut,” tandasnya. (ver/idh)

 

Leave A Reply

Copyright © 2017. Radar Lamsel