Pemkab : Jangan Menikah Usia Dini!

156

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berupaya melakukan pencegahan terhadap terjadinya pernikahan usai dini diwilayah Lampung Selatan.

Sebab, pernikahan diusai yang relatif muda banyak mengandung resiko yang bakal dialami, khususnya dari kalangan perempuan. Resiko yang paling fatal adalah tingginya angka kematian pada ibu dan balita disaat melahirkan.

“Itu disebabkan, karena calon ibu yang usianya masih belum siap untuk melahirkan. Pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan pencegahan melalui berbagai cara, salah satunya menggalakkan kegiatan sosialiasi maupun konseling tentang resiko pernikahan dini kepada para remaja yang belum cukup usia, khususnya pelajar,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan Supriyanto saat menyampaikan sambutan diacara sosialisasi pencegahan pernikahan dini di aula Gedung PKK Kalianda, Rabu (10/10/2018).

BACA :  TP. PKK Lamsel Gelar Lomba Kader dan Gebyar UP2K

Supriyanto menuturkan, pernikahan dini akan menimbulkan banyak dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial yang pada akhirnya berujung dengan perceraian. Untuk itu, lanjut Supriyanto, pemerintah daerah mengharapkan kegiatan sosialiasi tentang pernikahan dini dikalangan pelajar ini jangan hanya dilaksanakan dilingkungan pemkab saja. Tetapi juga, harus dilakukan secara berkesinambungan ke tiap-tiap lingkungan sekolah.

“Itu kita lakukan agar upaya pencegahan pernikahan dini dikabupaten Lamsel bentul-betul tepat sasaran. Sosialisasi ini sangat penting sekali untuk dipahami, karena sangat berpengaruh sekali khususnya bagi kalangan pelajar. Saya pesan kepada seluruh pelajar agar sebisa mungkin untuk menunda pernikahan dini,” harapnya.

BACA :  Hari Ini, 50 Atlet Paramotor Siap Berlaga di Pantai Kedu Warna

Diungkapkannya, perkawinan bukan suatu hal yang mudah, karena di dalamnya terdapat banyak konsekuensi sebagai bentuk kehidupan baru yang akan menuntut individu untuk menjadi lebih dewasa serta mampu menyesuaikan diri. “Bagi individu yang sudah siap ia tentunya akan lebih mudah menghadapi permasalahan dan konsekuensi yang bakal timbul dalam pernikahan. Namun sebaliknya, bagi yang belum siap untuk menghadapi biduk rumah tangga, maka harus sebisa mungin untuk menunda terlebih dahulu sampai tiba waktunya dan siap untuk menikah,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN