Pemkab Lamsel Kehilangan Puluhan Juta dari Pajak Parkir

301
Foto Ilustrasi

JATI AGUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) setiap bulannya kehilangan pemasukan berkisar puluhan juta rupiah. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurang maksimalnya pemasukan pajak dari bidang parkir, baik itu di pasar maupun di minimarket.

Kepala UPT Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kecamatan Jati Agung Ngatirin membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini pihaknya baru mampu memaksimalkan pemasukan dari RS Airan Raya di Desa Wayhuwi. “Saat ini memang baru di rumah sakit airan yang kami garap untuk dijadikan sumber pemasukan daerah,” ungkapnya. 

BACA :  Hj Winarni Kukuhkan Bunda PAUD Jati Agung dan Natar

Ia mengatakan, potensi pemasukan dari bidang parkir masih terbuka lebar seperti di wahana air Slanik Waterpark di Desa Karang Anyar, Pasar Jatimulyo, Pasar desa serta minmarket-minimarket. “Kami meminta kerjasamanya dengan kepala desa untuk membantu memaksimalkan pemasukan daerah tersebut,” ucapnya. 

Meski demikian tambah dia, sumber pemasukan lainnya telah dimaksimalkan oleh pihaknya antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang telah mencapai 59,8 persen, pajak tempat hiburan atau wisata serta pajak yang lainnya. “Selain parkir, semua potensi pajak kami maksimalkan,” ujarnya.

BACA :  Desa Karangsari Bangun 1.300 Meter Jalan Rabat Beton

Selain itu, Ia berharap para kades juga menegur dan mengajak beberapa wajib pajak yang masih menunggak kepada negara untuk segera menyelesaikan hutang pajaknya. “Hingga saat ini ada sekitar Rp 45 juta piutang dari beberapa pengusaha maupun perorangan, saya harap kades-kades bisa membantu. Daftar yang memiliki hutang sudah kami berikan,” pungkasnya. (kms)

BAGIKAN