Pemprov Minta Pemkab Cegah Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

12
ILUSTRASI
GEDONGTATAAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Bayana menegaskan agar seluruh kabupaten kota membangun komitmen bersama sama dan menggaungkan hingga jaringan sampai di tingkat pelosok dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
” Hari ini kita membangun komitmen bersama bagaimana semaksimal mungkin  melakukan upaya pencegahan atas kejadian yang menimpa perempuan dan anak di wilayah kita masing-masing,” ungkap Bayana saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemberdayaan Perempuan dan pemenuhan Hak Anak (PUHA) bagi anggota forum komunikasi Puspa Daerah kabupaten kota di Yunna Hotel pada Kamis (19/9).
 
Menurut mantan Camat Natar ini, lembaga kemasyarakatan dan lembaga lainnya merupakan mitra Pemerintah dan diharapkan dapat bersinergi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
“Teranyar ada sekitar 20 orang anak sebagai korban kekerasan seksual yang dilakukan guru ngaji. Yang sebetulnya guru ngaji dan sekolah adalah orang yang betul-betul bisa melindungi. Tapi ini malah sebaliknya justru harus di waspadai,” ucapnya.
 
Menurutnya, pemerintah dengan segala keterbatasan tidak mungkin menjangkau seluruh wilayah. Dengan segenap bantuan semua pihak dapat di cegah dan ditangani secara maksimal. Karena saat ini berbagai forum dan lembaga sudah terbentuk.
 
“Forum Puspa ini diharapkan menjadi keterwakilan di setiap daerah untuk membangun jaringan yang lebih luas. Karena membutuhkan personil yang mampu mejangkau ke tingkat pelosok,” ujarnya.
 
Setiap kabupaten kota harus membangun jaringan yang menjangkau di seluruh pelosok. Perlindungan Anak Terbadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Dimana lembaga kemasayrakatan ini diharapkan fokus dalam antisipasi agar tidak ada korban kekerasan terhadap anak dan perempuan.
 
“Ada juga satgas PP dan PA. Setiap hari kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin meningkat. Untuk itulah setiap lembaga, harus memaksimalkan peran dan tupoksi masing-masing,” jelasnya.
 
Pada kegiatan sosialisasi PUG angkatan kedua yang dikuti 7 kabupaten kota yakni Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Bandar Lampung, Lampung Timur dan Lampung Tengah juga ditekankan untuk memahami dan menimplementasikan three end yakni pertama mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak (End Violence Against Women and Children), mengakhiri perdagangan manusia (End Human Trafficking) dan mengakhiri kesenjangan ekonomi (End Barriers To Economic Justice). (Esn)
 
BACA :  Nyalon Wabup, Yusak Siap Tinggalkan Kursi DPRD
BAGIKAN