Penasaran, Keluarga Autopsi Jasad Zubaidi

87

PENENGAHAN – Jasad Zubaidi, warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, yang meninggal di embung sekitar SMA Kebangsaan beberapa waktu lalu diautopsi pihak kepolisian. Autopsi ini inisiatif keluarga besar yang masih penasaran dengan sisi lain di balik meninggalnya Zubaidi.

Ruhendry, S.H, selaku perwakilan keluarga besar Zubaidi ingin mengetahui secara pasti apa penyebab yang mengakibatkan kerabatnya meninggal. Pasalnya, pihak keluarga menemukan kejanggalan dari dari kasus Zubaidi. Menurut Ruhendry, Zubaidi orang baik, dan diketahui tidak memiliki musuh.

BACA :  Panen Raya Sudah, Petani Tatap Musim Tanam Baru

“Tapi meninggal dengan keadaan seperti itu. Nah, ini yang menjadi pertanyaan besar bagi keluarga,” katanya saat ditemui Radar Lamsel di lokasi autopsi jasad Zubaidi di Desa Banjarmasin, Kamis (17/10/2019).

BACA :  Pemdes Way Kalam Kembangkan Potensi Air Terjun Curug Anakan

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini melanjutkan, berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Zubaidi. Pihak keluarga yang meminta autopsi bukan tak percaya dengan hasil visum. Tetapi, kata dia, autopsi dilakukan untuk menghilangkan rasa penasaran.

“Yang menjadi pertanyaan selanjutnya kenapa dia (Zubaidi) memegang senjata,” katanya. (rnd)