Pendataan Siswa Putus Sekolah di Katibung Lambat

549
ILUSTRASI

KATIBUNG – Pendataan siswa putus sekolah di Kecamatan Katibung masih lambat. Unit Pelaksana Peknis (UPT) Dinas Pendidikan setempat hingga kini belum juga mendapatkan data ril jumlah siswa putus sekolah yang dikabarkan mencapai 15 ribu siswa.

Soal anak putus sekolah ini sempat menjadi sorotan Bupati Lamsel, Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum.. Kinerja para kepala dinas, kepala UPT, hingga kepala sekolah dinilai harus lebih dievaluasi kembali untuk menyikapi hal tersebut.

Meski sudah mendapat sorotan bahkan teguran dari orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu, namun pihak UPT Dinas Pendidikan seolah lambat dan santai menyikapi persoalan yang menyangkut masa depan siswa di Katibung.

BACA :  Wakili Lamsel, SDN1 Triharjo Bidik Juara Lomba UKS

Kepala UPT Dinas Pendidikan Katibung Surono mengatakan, hingga kini belum mendapatkan secara detail jumlah keseluruhan siswa yang putus sekolah yang dikabarkan mencapai 15 ribu siswa.

“Belum terkumpul masih sama pak Untung sebagai penanggungjawab penilik warga sekolah untuk wilayah Katibung,” kata Surono, Senin (6/2) kemarin.

Dikatakannya, pihak UPT Dinas Pendidikan Katibung notabennya masih tidak yakin dengan jumlah siswa yang mencapai 15 ribu, yang diterima saat  rapat koordinasi kecamatan setempat beberpa pekan yang lalu.

“Tidak masuk akal jika nominalnya mencapai 15 ribu, sedangkan jumlah siswa di Katibung hanya sekitar enam ribu siswa saja, bisa jadi data tersebut dikaitkan dengan warga yang tidak sekolah. Namun itu juga masih belum pasti,” kata dia.

BACA :  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sosialisasi Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

Saat ditanya sulitkah untuk mendapatkan data valid terkait data tersebut? meski sebagai Kepala UPT Dinas Pendidikan Katibung Surono masih terbilang lambat kalau hanya mengumpulkan data itu saja memakan waktu hingga hampir dua pekan sejak 23 Januari 2017 lalu.

“Masih kami dalami lagi mas, nanti kalau memang benar 15 ribu itu dari Katibung tentu menjadi PR bersama, tapi saya tegaskan jumlah tersebut tidaklah konkrit jika melihat jumlah siswa saat ini,” pungkasnya. (ver)

BAGIKAN