Pengerjaan tak Bagus, Karang Taruna Siap Aksi

758
Veridial – Pembangunan jogging track dilapangan Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo terus disorot akibat rendahnya kualitas material yang digunakan, Rabu (28/12) kemarin.

SIDOMULYO – Sorotan terhadap pembangunan proyek jogging track terus berkembang ditengah masyarakat. Kali ini Karang Taruna Kecamatan Sidomulyo siap mengadakan aksi protes jika pengerjaan lintasan lari kebanggaan masyarakat Sidomulyo masih tidak diperhatikan oleh rekanan.
Usai ditinjau langsung oleh Bupati Lamsel, Dr. H. Zainudin Hasan, M. Hum beberapa waktu lalu, berbagai kritikan serta masukan terhadap pembangunan jogging track terus mengalir. Rendahnya kualitas paving block menjadi pemicu beragam komentar yang dilontarkan sejumlah pihak.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Sidomulyo Roziqin mengatakan, pembangunan jogging track yang menelan APBD hampir 1 milliar tersebut harus benar-benar berkualitas. Pasalnya, kegiatan pemuda se-Sidomulyo nantinya akan terpusatkan dilokasi tersebut.
“Kegiatan pemuda utamanya bidang olahraga akan terpusat disana, kalau kualitas serta aspek-aspek lainnya tidak diperhatikan tentu usia lintasan lari itu tidak akan bertahan lama,” kata dia kepada Radar Lamsel (28/12) kemarin.
Dikatakannya, ultimatum tersebut bukan tanpa alasan. Pasca ditinjau Bupati seharusnya pengerjaan terus diperhatikan kualitasnya. “Sebagai masyarakat Sidomulyo yang mewakili pemuda tentu banyak harapan agar jogging track itu bagus dan tahan lama,” katanya lagi.
Lebih lanjut Riziqin mengatakan, jika dalam beberapa hari kedepan pondasi dan saluran air serta paving bloc masih saja buruk, ia siap untuk turun melakukan aksi dengan Karang Taruna Sidomulyo.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap pembangunan yang ada di Sidomulyo karena banyak rekanan yang tidak memperhatikan kualitas. Jalan Hamka contohnya, baru tiga bulan jalan senilai Rp 3,5 miliar itu sudah rusak,” tandasnya.
Sebelumnya, Kecaman juga datang dari Yog Sugiarto tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, pengerjaan proyek jogging track tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).
“Dari awal pembangunan proyek itu sudah tidak benar hanya menghabiskan APBD saja, lebih baik dibongkar ulang saja,” ujar dia. (ver)

BACA :  Lomba Marching Band Sambut Peringatan HUT RI ke-74
BAGIKAN