Pengidap Kanker Otak Asal Palas Butuh Rujukan Ke RS

22
Ist.Radarlamsel – Supriyono (41) warga Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas yang menderita tumor otak sejak tiga bulan lalu.

PALAS – Keterbatasan biaya untuk berobat mebuat Supriyanto (41) warga Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas hanya bisa pasrah dengan kanker otak yang menggerogotinya.

          Sejak tiga bulan terahir Supriyanto melawan rasa sakit di kepala. Bahkan kanker otak yang dideritanya itu telah membuatnya terbaring lemah, tak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

          Zainal (47), kakak kandung Supriyanto mengatakan, penyakit tumor ini sudah dialami adiknya sejak lahir. Dimana  penyakit yang dialami Supriyanto bermula penyakit tumor kulit.

          “Adik saya (Supriyanto) awalnya menderita tumor kulit memang sejak lahir namun hanya medapatkan pengobatan seadanya,” ujar Zainal kepada Radar Lamsel, di kediamannya Selasa (15/10).

          Akibat keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan pengobatan intensif dari rumah sakit, terang Zainal, penyakit tumor yang dialami Supriyanto semakin parah.

BACA :  Hujan – Panas , Jalan Poros Tetap Dikeluhkan

          Bahkan akibat penyakit tumor yang sudah menjalar ke bagian otak mebuat Supriyanto hanya bisa terbaring lemah diatas kasur. Meninggalkan aktivitas kesehariannya.

          “Sudah tiga bulan ini, hanya bisa berbaring sambil merintih menahan rasa sakit di kepala. Bahkan untuk makan saja harus dibantu,” ucapnya.

          Zainal juga menerangkan, pada Senin (7/10) pekan lalu, Supriyanto sudah mendapat rujukan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas untuk mendapatkan pengobatan intensif di Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung.

          Namun selama perawatan dua hari tiga malam di rumah sakit plat merah tersebut belum maksimal. Supriyanto hanya mendapatkan pengobatan penahan rasa sakit.

          “Hanya diberikan obat untuk meredakan rasa sakit saja, sampai dengan saat ini. Pihak rumah sakit juga sudah menyarakan untuk discaning secara rutin, tetapi alat scaningnya rusak,” ucapnya.

BACA :  471 Hektar Puso Tercover AUTP

          Hingga saat ini, lanjut Zainal, dirinya belum mengetahui kapan Supriyanto bisa mendapatkan pengobatan secara intensif.

          “Kami masih menunggu alat scaningnya diperbaiki, tapi enggak tahu kapan. Harapan Saya adik saya bisa dirujuk ke rumah sakit yang bisa memberikan pengobatan dengan maksimal,” harapnya.

          Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Bambang Priyanto menjelaskan, dari rujukan di RS Abdul Muluk pada pekan lalu, Supriyanto telah didiagnosa menderita kanker otak.

          “Kami sudah memfasilitasi perujukan dengan ambulan gratis. Sementara jika ingin dialihkan ke rumah sakit yang lain itu merupakan kewenangan pihak RS Abdul Muluk yang menangani pengobatan Supriyanto,” papar Bambang. (vid)

BAGIKAN