Penyaluran BPNT via Bulog Disiapkan

205
Ilustrasi BPNT

KALIANDA – Mulai September 2019 mendatang, Badan Urusan Logistik (Bulog) resmi menjadi penyedia komoditas bantuan pangan non tunai atau BPNT.

Ini setelah Menteri Sosial (Mensos) mengeluarkan surat edaran nomor 01/MS/K/07/2019 tentang perum Bulog sebagai komoditas bantuan pangan non tunai.

Keluarnya surat tersebut berdasar dari hasil rapat koordinasi tiga menteri. Dalam keutipan surat edaran itu, penyaluran BPNT melalui Bulog berlaku di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. Langkah ini diambil setelah pemerintah memperhitungkan cadangan beras dari Bulog masih banyak yang belum tersalurkan.

Tentunya kondisi itu berpotensi merugikan pemerintah. Maka dari itu diputuskan agar sumber beras program BPNT menggunakan beras dari Bulog, selaku penyedia. Tetapi pihak Bulog akan tetap melaksanakan prinsip 6T (tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat administrasi).

BACA :  Gandeng Perbankan dan Pengusaha Kembangkan UKM

Dalam surat itu juga, diterangkan juga bahwa pelaksanaan penyaluran akan diatur lebih lanjut melalui pertemuan teknis antara Tim Koordinasi Bansos Pangan provinsi/kabupaten/kota dengan kepala Divre Bulog/Subdrive/Bulog kabupaten/kota. Untuk memastikan isi surat edaran itu, Radar Lamsel mengonfirmasi pihak Bulog Kalianda.

Kepala Bulog Kalianda, Suzzana, membenarkan jika ada kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos) mengenai prorgram BPNT yang diberikan ke Bulog. Wanita yang akrab disapa Suzan ini mengaku senang dengan keputusan pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah yang tepat.

BACA :  Kades Terpilih di Ibu Kota Lamsel Disumpah

“Kalau kita dengar info, stok beras di Bulog banyak sekali kan. Penjualan juga jalan, tapi kalau Bulog yang ditunjuk sebagai penyedia, ya otomatis penjualan bakal makin lancar,” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (16/7) kemarin.

Apakah sistem penyaluran di Lampung Selatan bakal sama dengan kabupaten/kota lain, Suzan mengaku belum menerima info yang jelas mengenai skema itu. Suzan hanya mengatakan bahwa sistem penyalurannya sedang dalam persiapan.

“Kalau sistem (penyalurannya) kita belum tahu pasti, sama atau tidak dengan yang lain. Nanti kan ada rapat teknis, dibahas juga dalam rapat itu. Kalau sekarang sistemnya masih persiapan,” katanya. (rnd)

BAGIKAN