Perubahan Iklim, Dinkes Waspada DBD

7
Ilustrasi Berita

KALIANDA – Perubahan iklim yang saat ini melanda wilayah Lampung Selatan belum berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Pasalnya, sejauh ini belum ada temuan bahkan lonjakan penyakit yang biasa merebak pada peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan ini.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Lampung Selatan mulai mewaspadai serangan penyakit demam berdarah degue (DBD) dalam menghadapi musim pancaroba yang tengah berlangsung.

Berbagai upaya antisipasi mulai dilakukan bidang pecegahan penyakit menular secara berkesinambungan disejumlah titik. Bahkan Diskes Lamsel juga mulai menerjunkan petugas untuk melaksanakan pemantauan ketersediaan serbuk abate dan obat-obatan fogging di masing-masing puskesmas diwilayah Lampung Selatan.

BACA :  Kasatpol PP Lamsel Endus Anggota Pemakai Narkoba!

“Yang paling utama untuk mengantisipasi wabah penyakit DBD dalam menghadapi musim pancaroba tahun ini adalah melakukan pemantauan logistik. Serbuk abate dan obat-obtaan yang digunakan untuk melakukan fooging harus siap,” ujar Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lamsel Kristi Endarwati saat ditemui Radar Lamsel diruang kerjanya, Selasa (3/12), kemarin.

Kristi menjelasakan, meningkatnya jumlah kasus DBD itu biasanya terjadi di awal tahun dan akhir tahun. Meski demikian, lanjut Kristi, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya antisipasi untuk mencegah mewabahnya penyakit tersebut.

BACA :  Jangan Tarik Sumbangan Siswa Kurang Mampu!

“Pergantian cuaca setiap tahunnya itu sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu kami secara berkesinambungan melakukan upaya-upaya antispasi agar berbagai jenis penyakit menular tidak cepat mewabah diwilayah Lampung Selatan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya hampir semua wilayah kecamatan di Lampung Selatan memiliki kerawanan penyakit DBD.

“Untuk wilayah yang paling rentan tingginya kasus  DBD itu berada diwilayah Kecamatan Natar, Tanjung Bintang, Jati Agung, Sidomulyo dan Kalianda. Itu bisa dilihat dari grafik kasus DBD yang ada di Dinas Kesehatan Lampung Selatan,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN