Pesawaran Harus Miliki 6 Aspek Ketahanan Pangan

370

GEDONGTATAAN – Asisten II Pemkab Pesawaran, Munzir Zen mewakili Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menekankan 6 aspek yang harus ditangani untuk mencapai ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Pesawaran.

“Kita sadari kerawanan pangan yang tidak diantisipasi dapat berdampak kerawanan sosial dan kehidupan masyarakat,” ungkap Dendi melalui Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Munzir Zen saat rapat koordinasi dewan ketahanan pangan di aula Hotel Regency Pringsewu, Senin (22/10) lalu.

Dikatakan, 6 aspek tersebut yakni ketersediaan pangan; aspek distribusi; aspek konsumsi pangan; aspek penganekaragaman pangan lokal; mencukupi kebutuhan pangan penduduk di Pesawaran; dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

“Saya imbau kepada stakeholder agar menggalakkan investasi agroindustri pangan berbasis pangan lokal,” harapnya.

BACA :  Serius Nyalon Bupati, M. Nasir Siap Tinggalkan Kursi DPRD

Selain mewujudkan swasembada pangan, juga harus memperhatikan ancaman permasalahan lainnya seperti konsumsi pangan masyarakat yang belum memenuhi pola konsumsi beragam dan bergizi seimbang.

“Idealnya, masyarakat dapat terpenuhi gizinya sesuai dengan standar AKG atau angka kecukupan gizi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran Yun Yono mengatakan, terdapat 5 desa yang masuk dalam peta kerawanan pangan yakni Desa Pulau Legundi, Pulau Pahawang, Babakan Loa, Bayas Jaya dan Desa Harapan Jaya. Dan sebagai upaya untuk mengatasi kerawanan pangan yakni memberikan pembinaan, bantuan  dan difersifikasi pangan.

“Termasuk dibentuk sebagai desa mandiri pangan, bantuan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), dan bantuan lainnya,” jelasnya.

BACA :  Miliki Persamaan Kultur, Wakil Bupati Gresik Kunjungi Pesawaran

Selain itu, lanjut Yun Yono, untuk mengantisipasi kerawanan pangan, pemerintah daerah berupaya memberikan stabilitas harga pangan. Serta mengusulkan bantuan pengembangan usaha pangan masyarakat ke pemerintah pusat (PUPM). Sehingga harga gabah ditingkat petani stabil dengan cara dibeli oleh lembaga PUPM.

“Sistemnya membeli gabah dari petani lebih tinggi dari harga pasaran dan menjual beras lebih rendah dari harga pasar. Kita sudah ada 9 Lembaga PUPM, dan Insya Allah tahun ini bertambah 4 lagi. Bantuan hibah tersebut ditransfer langsung ke rekening kelompok tani yang tergabung dalam lembaga tersebut,” pungkasnya. (Rus)

BAGIKAN