Petani Candipuro Kerap jadi Korban Curanmor

386
ILUSTRASI

CANDIPURO – Petani ditiga desa yakni; DesaTrimomukti, Desa Rawa Selapan dan Desa Bumi Jaya Kecamatan Candipuro mulai resah. Penyebabnya tindak kejahatan kerap menimpa petani diwilayah tersebut.

Informasi yang didapat, tiga desa itu seperti menjadi tempat favorit bagi pelaku kriminalitas yang meneror warga ketika hendak pergi keladang dan pulang dari ladang.Sasaran utamanyaa dalah petani yang mengendarai sepeda motor.

Ketua Gapoktan Karya Tani Waliman (50) mengatakan sudah banyak petani yang mendapat ancaman dari pelaku kejahatan. “Memang yang jadi sasaran petani yang mengendarai motor, sebulan terakhir sudah empat motor yang jadi korban ditiga lokasi tersebut,” katanya kepada Radar Lamsel, Kamis (2/11) kemarin.

BACA :  Wakil Ketua PW NU Lampung Lirik Balonwabup Golkar Lamsel

Akibatnya, petani merasa terancam keamanannya.Walim sapaannya mengaku khawatir jika membawa kendaraan saat melintasi jalan tikus yang berdekatan dengan kabupaten tetangga itu.

“Memang ditiga lokasi itu  banyak jalantikus, yang langsung tembus keperbatasan kabupaten. Mungkin itu juga yang harus diperhatikan kepolisian, agar lebih ditingkatkan lagi patrolinya,” sebut dia.

Sementara Joko (40) petani asal Desa Bumi Jaya mengaku sempat diancam oleh kawanan yang diduga pelaku penodongan. Beruntung kata dia kala itu dirinya membawa sepeda ontel.“Saya diancam, oleh tigao rang itu.Mereka bilang kalau keladang bawa motor,jangan bawa sepeda, biar kami ambil motornya,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Unit Binmas IPDA Wayan Susul mengatakanakan menampung masukan dari beberapa petani itu agar tidak ada lagi rasa khawatir saat hendak keladang. “Kami akan lakukan patroli untuk mengecek kebenarannya,” sebut dia.

BACA :  SMAN 1 Sidomulyo Gelar Sholat Istisqa

Khusus untuk masukan tersebut, pihaknya akan melaporkan hal ini kepada pimpinannya atas apa yang diterima anggota dari masyarakat. “Keluhan ini nanti kami sampaikan,” katanya lagi.

Guna menciptakan rasa aman, lanjut Wayan masyarakat juga diminta berkomunikasi dengan pihak kepolisian secara intens. Agar tindak kejahatan itu bias langsung ditangani oleh aparat kepolisian. “Kami selalu berusaha inisiatif, namun harus juga ada informasi dari masyarakat jika melihat tindak kejahatan agar segera melapor kami pastikan anggota meluncur,” ujarnya. (ver)

BAGIKAN