Petani Pasrah Jadi Korban Kemarau

12
Shofyan Apriyansyah – Petani Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, menunjukan tanaman padi dan areal persawah didesanya yang terancam gagal panen akibat kekeringan, Selasa (10/9).

CANDIPURO – Petani di Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro mulai pasrah. Ancaman gagal panen menghantui petani diwilayah itu. Penyebab utamanya ialah pengairan persawahan yang macet akibat kemarau panjang.

Petani asal Desa titiwangi Joko (44) adalah salah satu petani yang terimbas kemarau. Pemiliki sawah seluas setengah hektar itu mengaku sudah pasrah dengan kondisi padinya yang berusia 65 hari mengalami kekeringan dan terancam mati.

Joko menjelaskan, segala upaya telah ditempuh agar padi miliknya tidak gagal panen dan mati. Setiap hari dirinya melakukan penyiraman tanaman padi dengan menggunakan sumur bor. “ Namun, hal itu sia sia. Karena pasokan air yang ada di sumur bor saya menyusut akibat kemarau. Jadi saat penyiraman tidak bisa maksimal,” jelasnya.

BACA :  Bebaskan Candipuro dari Rabies, 133 HPR Divaksin

Senada dikatakan saefudin (50) petani yang memiliki sawah seluas satu hektar di diareal yang sama. Saefudin mengaku, tanaman padi miliknya turut terancam gagal panen karena kekurangan air. Ia pun memutuskan tidak lagi mengurusi tanaman padinya. Karena hal itu dia mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.

BACA :  Kemarau, Hasil Panen Padi Anjlok

“ ya bagaimana lagi mas, Segala cara sudah diupayakan. Kemarau ini saya rugi tidak panen. Biaya yang sudah saya keluarkan lumayan besar yakni, enam juta rupiah dihitung dari mulai olah lahan, tanam, perawatan dan pengairan. Bukan hanya saya petani di Desa ini semua tanaman padinya terancam gagal panen/puso akibat kekeringan.

Diketahui, Desa Titiwangi Dusun I memiliki hamparan areal persawahan seluas 30 hektar.(CW2)

BAGIKAN