PMII Lamsel Tolak Dwi Fungsi TNI

184
Veridial – PC PMII Lamsel menggelar aksi didepan Mapolres Lamsel terkait penolakan dwi fungsi TNI serta menyayangkan penangkapan aktivis Robertus Robert oleh pihak kepolisian, Kamis (14/3).

Sebut Penangkapan Robertus Robert Injak Nilai Demokrasi

KALIANDA – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Selatan menggelar aksi di depan Mapolres Lampung Selatan.

Aksi tersebut adalah buntut atas penangkapan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Robertus Robert. Mahasiswa mengecam penangkapan tersebut dan menghimbau Kepolisian agar tidak terjadi tindakan serupa terhadap para aktivis dikemudian hari.

Ketua PC PMII Lamsel Muhitul Ulum menilai penangkapan Robertus Robert telah menginjak nilai-nilai demokrasi di negeri ini. Sebab Indonesia telah menjamin kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum melalui UU No. 09 Tahun 1998 Tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

“ Kami tak mau kembali ke masa orde baru. Karenanya kami menolak dengan tegas Dwi Fungsi TNI dan mengecam penangkapan Robertus Robert, karena mengemukakan pendapat dimuka umum merupakan ciri demokrasi,” kata Muhitul Ulum saat aksi didepan Mapolres Lamsel, Kamis (14/3).

BACA :  Langgar AD/ART, Ketua STIH Muhammadiyah Sebut UTD Salah Kaprah

Lima poin yang disuarakan PC PMII Lamsel antara lain menyesali penangkapan Robertus Robert, menolak dengan tegas Dwi Fungsi TNI, mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk membebaskan Robertus Robert tanpa syarat, menghimbau Kepolisian agar tidak terjadi tindakan serupa terhadap para Aktivis dikemudian hari. Serta mengajak seluruh aktivis terkait untuk sama-sama turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas.

“ Kami mengajak keterlibatan para aktivis terkait hal ini karena demokrasi kian memerah. Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

BACA :  Kontroversi ‘Uang Lelah’ Pilkades Serentak

Diketahui Robertus Robert ditangkap kepolisianan setelah menyanyikan plesetan lagu Mars ABRI saat aksi Kamisan menolak Dwi Fungsi TNI pada tanggal 28 Februari 2019 di depan Istana Presiden. Robert dituduh melanggar pasal 45 a ayat (2) Junto Pasal 28 ayat 2 Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana yang mngatur ITE dan/atau Pasal 207 KUHP.

Apa yang dilakukan Robertus, diduga sebagai penyebaran Informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA atau penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum.

Aksi PC PMII Lamsel itu usai setelah pihak kepolisian memastikan bakal menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pusat terkait lima poin yang disuarakan mahasiswa. (ver)

BAGIKAN