Polisi Amankan 2,5 Ton Daging Babi Ilegal

473
Ist – Daging babi ilegal yang diamankan oleh pihak KSKP dan Tim Satgas Pangan.

BAKAUHENI – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil menggagalkan pengiriman daging babi illegal seberat 2,5 ton di pintu Seaport Interdiction (SI) pelabuhan Bakauheni.

Pengiriman daging babi yang tidak disertai dokumen resmi itu diketahui setelah petugas kepolisian melakukan pemeriksaan mobil Mitsubishi Coltdiesel Nomor Polisi BE 9551 GO. Mobil itu dikendarai Iwan (25) warga Desa Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat bersama Ali Mustofa (28) warga Desa Rejosari, Kecamatan Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah melintasi pos pemeriksaan di SI Bakauheni, sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (11/5).

Kepala KSKP AKP Enrico D. Sidauruk, S.IK mengatakan, daging babi yang dibungkus dengan menggunakan karung tersebut rencananya akan dibawa ke salah satu daerah di Pulau Jawa.

BACA :  Pusat Dorong Lamsel Kembangkan Amenitas Wisata

“Daging babi berasal dari daerah Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah lalu akan dibawa ke Kota Tanggerang. Kuat dugaan kami kalau daging babi tersebut akan diedarkan di Tangerang,” kata Enrico kepada Radar Lamsel, Jum’at (12/5).

Menurut Enrico, daging babi yang hendak dikirim ke Kota Tangerang merupakan kiriman illegal. Sebab dua orang yang membawa daging tersebut tidak dapat menunjukkan bukti-bukti atau syarat-syarat pengiriman daging antar pulau. “Barang bukti daging beleng seberat 2,5 Ton berikut dengan dua orang tersangka sudah diamankan dikantor KSKP Bakauheni,” katanya.

BACA :  Nyoblos Bareng Istri, Ketua DPRD Lamsel Optimis Empat Periode

Kasatreskrim Polres Lamsel AKP Rizal Effendi menambahkan, penggagalan pengiriman daging babi tersebut bertepatan dengan pelaksanaan operasi ketahanan pangan atas petunjuk dan arahan dari Kapolda Lampung.

Untuk itu, sambung dia, petugas harus terus mengawasi dan selalu melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yang hendak melintas di Seaport Interdiction untuk mencegah terjadinya peredaran daging oplosan.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Pertanian (BKP) wilayah kerja (Wilker) Bakauheni untuk menangani permasalahan ini. Sekarang kedua tersangka sudah diamankan dan akan diserahkan ke Dirkrimsus dan Tim Satgas Pangan untuk dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN