Polisi Belum Temukan Penyebab Kebakaran Minibus

136

Hilangkan Nyawa Balita dan Korban Luka Bakar

KATIBUNG – Petugas kepolisian belum menemukan penyebab terbakarnya minibus yang mengangkut satu keluarga hingga menewaskan satu korban balita dan luka-luka di Dusun Kupangcurup, Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Senin (9/4) lalu.

Kapolsek Tanjungan AKP. Doni Novandri menyebutkan supir yang tengah mendapat perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya menyulitkan petugas menyelidiki penyebabnya.

“ Kalau Jum’at lalu kondisinya masih lemah. Sementara dilokasi kejadian kami sudah memasang police line dan sudah pula melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Doni saat dihubungi, Minggu (15/4) kemarin.

Orang nomor satu di Mapolsek Tanjungan ini menagatakan penanganan lanjutan sudah diserahkan kepada Satreskrim Polres Lamsel guna mengidentifikasi penyebab kebakaran Suzuki Futura itu. “ Kami sudah melimpahkan penanganannya kepada Satreskrim Polres Lamsel,” sebut dia.

Masih kata Doni bila melihat kondisi minibus dan TKP kuat dugaan kebakaran memang dipicu oleh jeriken bensin yang terdapat didalam minibus tersebut. Namun Doni menegaskan dugaan tersebut bisa saja berubah sebelum hasil penyelidikan dikeluarkan.

“ Kami belum bisa memastikan secara gamblang. Kalau ditanya apakah benar ada jeriken bensin? Jawabannya adalah iya. Sementara kondisi jalanan yang dilalui juga buruk,” terangnya.

Menurut keterangan Jumadi (52) warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian mengamini didalam kendaraan tyang terbakar ditemukan dua jeriken bensin. Ia juga menegaskan sebelum minibus meluncur ke sawah terdengar dentuman sebanyak dua kali.

“ Sebelum meluncur kesawah, mobil sempat meledak sambil berjalan. Karena posisi jalanan menurun mobil pun berjalan sendiri dan satu bocah masih berada didalamnya,” sebut Jumadi.

Kades Sumberagung Joko Prasetyo mengatakan hingga kini korban luka bakar masih mendapat perawatan intensif di RSUD Bob Bazar.

“ Tiga orang masih dirawat dan belum dipulangkan. Mungkin karena kondisi fisiknya masih lemah sehingga proses penyelidikan juga masih terhambat,” terangnya. (ver)

BAGIKAN