Polisi: Zubaidi Meninggal Karena Kecelakaan

19
Ilustrasi Berita

PENENGAHAN – Polsek Penengahan menyebut mayat yang ditemukan di embung sekitar SMA Kebangsaan di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, murni disebabkan kecelakaan. Mayat pria yang memiliki nama Zubaidi (35), warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, telah diperiksa. Hasilnya, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

           “Enggak ada (indikasi kekerasan), murni kecelakaan,” kata Kapolsek Penengahan, AKP. Hendra S. Saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Selasa (8/10/2019).

          Mengenai luka –luka yang ada di mayat Zubaidi, Hendra menegaskan hal itu terjadi karena mayat tersebut terlalu lama di dalam air. Menurut Hendra, kondisi itu membuat kulit menjadi melepuh. Sumber Radar Lamsel yang bertugas di Polres Lamsel menyebutkan jika kematian Zubaidi memang murni kecelakaan.

BACA :  Haul Radin Inten II Jadi Agenda Tahunan

          “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan INAFIS hasilnya seperti itu. Murni kecelakaan, bisa saja disebabkan penyakit yang kambuh dadakan,” ucap sumber ini.

          Demi memastikan kebenaran penyebab luka karena terlalu lama di dalam air, Radar Lamsel menghubungi Direktur Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana. Menurut Media, luka-luka pada tubuh mayat tersebut bisa saja terjadi jika terlalu lama berada di dalam air.

          “Bisa saja, apalagi kalau terlalu lama. Awalnya luka-luka, kemudian pembusukan tubuh,” katanya.

          Di lingkungan Desa Banjarmasin, sosok Zubaidi dikenal sangat ramah. Bahkan sangat sopan dan tidak terlalu terbuka dengan siapapun. Jika melihat sikap tersebut, warga menduga tidak mungkin Zubaidi meninggal karena terlibat kekerasan.

BACA :  SK Keluaran KTNA Lamsel Diragukan

          “Setahu saya dia itu baik, diam. Tidak banyak gaya. Setahu saya orang seperti itu tidak punya musuh. Kemungkinan ada penyebab lain yang harus dicari tahu,” kata warga Desa Banjarmasin yang meminta namanya tidak ditulis di koran ini.

          Pria yang berumur sekitar 25 tahun ini mengatakan Zubaidi adalah sosok pekerja keras dan peduli dengan keluarganya. “Kalau tidak salah, dia yang membiaya kuliah dua adiknya,” katanya.

          Kepala Desa Banjarmasin, Umardani, turut mengamini jika Zubaidi orang baik. Umardani tak pernah mendengar suatu persoalan yang melibatkan Zubaidi. “Orangnya diam, enggak banyak ini itu,” ucapnya. (rnd)

BAGIKAN